Siang itu, Rabu (26/11), bencana datang tiba-tiba. Desa Panggugunan di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, diterjang banjir bandang yang menghanyutkan segalanya. Bukan hanya material, tapi juga nyawa.
Wakapolres Humbahas, Kompol Manson Nainggolan, mengonfirmasi setidaknya ada 11 korban yang sempat hilang dalam musibah tersebut. Pencarian segera diluncurkan.
“Setelah dilakukan pencarian diperoleh [ditemukan, Red.] 6 orang, 2 di antaranya meninggal dunia, 4 lainnya luka berat, dan 5 warga lagi masih dalam pencarian,”
kata Manson lewat keterangan tertulisnya, Rabu siang.
Namun begitu, upaya pencarian terhadap lima warga yang masih hilang itu belum bisa berjalan maksimal. Cuaca benar-benar tak bersahabat.
“Pencarian terhadap lima warga yang belum ditemukan belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi di lapangan belum memungkinkan. Kami tetap bersiaga dan akan melanjutkan pencarian begitu situasi memungkinkan,”
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina