Libur Lebaran 2026 tinggal menghitung hari. Tapi, jangan salah sangka dulu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru mengeluarkan peringatan keras bagi para penyelenggara negara dan kepala daerah. Intinya sederhana: jangan coba-coba main korupsi, meski di momen mudik sekalipun. Lembaga antirasuah itu menegaskan, penindakan takkan berhenti.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Ia berbicara usai menggelar konferensi pers soal penahanan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Sang bupati terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga memeras sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Uangnya untuk THR pribadi dan Forkopimda.
Dia melanjutkan dengan nada tegas. "Jadi jangan pikir 'wah mungkin nanti penyidik-penyidiknya pada mudik gitu ya', seperti itu, tidak." Pesannya jelas: aparat KPK tetap siaga.
Peringatan ini rupanya punya dasar yang kuat. Sepanjang Ramadan tahun ini saja, KPK sudah berhasil mengamankan tiga kepala daerah lewat berbagai operasi. Aksi mereka tak kenal waktu.
Artikel Terkait
Golkar Siap Dukung Wacana Prabowo Potong Gaji Menteri dan DPR
Garda Revolusi Iran Sumpah Buru dan Eksekusi Netanyahu
Polisi Gagalkan Tawuran di Muara Baru, Amankan Tiga Celurit
Kapolri Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan, Hindari Memaksakan Diri