Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Beri ruang bagi polisi untuk bekerja. Siapa pun pelakunya dan apa pun motif di baliknya, bakal dihukum setimpal.
Kecaman serupa datang dari Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Faisal Aristama, Kepala Departemen Advokasi mereka, menyebut aksi ini sebagai “tindakan pengecut biadab”.
Sekjen Iwakum, Ponco Sulaksono, juga angkat bicara. Ia menegaskan bahwa teror macam ini tak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.
Kasus ini jelas meninggalkan nestapa. Di satu sisi, ada aktivis yang harus menderita luka berat. Di sisi lain, ia menjadi pengingat betapa rapuhnya ruang aman bagi mereka yang bersuara. Semua kini menunggu tindak lanjut aparat apakah mereka benar-benar bisa membongkar hingga ke akar-akarnya, atau hanya berhenti di permukaan.
Artikel Terkait
Polisi Gunung Putri Bantu Warga Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Jusuf Kalla dan Guru Besar Bahas Ancaman Defisit Anggaran Daerah
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah
NTT Data Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi Perusahaan