Menurut sejumlah saksi, dari kubu FIFA sendiri justru terdengar sinyal yang lebih positif. Gianni Infantino, usai jumpa Trump di Gedung Putih awal pekan ini, menegaskan bahwa Trump memang memberi lampu hijau.
"Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," tulis Infantino dalam pernyataannya.
Lelucon politik atau pernyataan yang serius? Agak sulit memastikannya. Apalagi ini bukan pertama kalinya Trump urun rembuk soal nasib atlet Iran. Sebelumnya, dia pernah bersuara lantang mendukung para pemain sepak bola wanita Iran yang berkunjung ke Australia. Trump waktu itu menyerukan agar mereka diberikan suaka.
Kekhawatiran para atlet wanita itu beralasan. Mereka takut mendapat pembalasan di tanah air hanya karena memilih untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Piala Asia. Australia akhirnya mengiyakan, memberikan suaka kepada kelima pemain yang memutuskan untuk tidak pulang.
Nah, dengan latar belakang seperti itu, pernyataan Trump soal keselamatan pemain pria Iran di Piala Dunia jadi terdengar lebih seperti sebuah firasat buruk. Bukan sekadar komentar biasa.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing