Yang menarik tahun ini, perjuangan para penumpang kereta terlihat lebih kompleks. Banyak yang rela melakukan transit berkali-kali, pindah dari satu rangkaian kereta ke kereta lain, hanya untuk bisa sampai ke kampung halaman menggunakan moda transportasi ini. Sebuah pilihan yang dianggap lebih baik ketimbang terjebak macet di jalan raya.
Seperti dialami Maulana Yusuf yang datang dari Lampung.
"Meskipun harus transit berkali-kali dan pindah kereta, saya tetap pilih kereta api. Lebih nyaman dan jadwalnya pasti, tidak terjebak macet di jalan," ungkap Maulana, menjelaskan alasan kesetiaannya pada kereta.
Di sisi lain, pihak stasiun sudah bersiap. Mereka memprediksi lonjakan penumpang akan makin signifikan dalam beberapa hari ke depan. Waktunya berbarengan dengan dimulainya masa cuti bersama dan libur sekolah.
Dengan posisinya sebagai titik temu jalur utara dan selatan, Stasiun Cirebon dipastikan akan jadi salah satu yang tersibuk sepanjang angkutan Lebaran 2026. Tak heran, para petugas sudah disiagakan penuh untuk menghadapi gelombang kedatangan dan keberangkatan yang tak terelakkan.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing