HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah

- Kamis, 12 Maret 2026 | 20:10 WIB
HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah

Meski demikian, ia tak menampik perlunya skenario darurat. Situasi bisa saja berubah. Salah satu opsi yang ia usulkan adalah mempersingkat masa tinggal jemaah di Arab Saudi jika eskalasi konflik meledak usai puncak haji. Ia mengingatkan peristiwa tahun lalu, saat perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran pecah pada 17 Dzulhijjah 1446 H hanya beberapa hari setelah jemaah pulang.

Di sisi lain, HNW mengapresiasi persiapan haji di dalam negeri yang dinilainya cukup baik. Proses pengurusan visa, misalnya, sudah mencapai 100 persen dengan 198.410 visa terbit. Pembayaran akomodasi juga lunas 100 persen, konsumsi di atas 90 persen, dan pembayaran tahap pertama untuk penerbangan sudah 35 persen. Progress yang perlu dipertahankan.

Ia meminta Kementerian Haji dan Umrah memastikan komitmen perbaikan dari dua syarikah yang ditunjuk. Jangan sampai masalah-masalah tahun lalu terulang. Selain itu, ia mendorong agar kartu Nusuk identitas utama jemaah bisa dibagikan sejak di embarkasi Indonesia, bukan setelah tiba di Arab Saudi.

Persiapan yang matang dan komunikasi yang positif ke publik, tegas HNW, akan menentramkan calon jemaah. Banyak di antara mereka yang sudah menunggu puluhan tahun untuk berangkat.

“Tentu skema kedaruratan perlu disiapkan sebagai antisipasi,” pungkasnya. “Namun prioritas utama dan yang penting dipastikan adalah tetap bisa terwujudnya penyelenggaraan haji 1447 H secara aman, damai dan profesional, sebagai hasil dari diplomasi Haji hadirkan perdamaian.”

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar