HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah

- Kamis, 12 Maret 2026 | 20:10 WIB
HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah

Di tengah hiruk-pikuk persiapan haji, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyuarakan harapan yang lebih luas. Ia mendorong agar ibadah haji 1447 Hijriah nanti tak sekadar ritual, tapi juga jadi momentum perdamaian untuk kawasan Timur Tengah yang sedang memanas. Pemerintah Indonesia, menurutnya, harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong penghentian konflik.

Politikus PKS yang juga anggota Komisi VIII DPR itu meminta pemerintah, lewat Kementerian Haji dan Umrah, aktif berdiplomasi. Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara anggota OKI perlu diajak bicara. Tujuannya jelas: mendesak semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan menghormati pelaksanaan ibadah suci ini.

“Pemerintah bisa menjadikan ini sebagai sarana diplomasi hadirkan perdamaian, hentikan perang, yang semoga dengan berkahnya haji, berhentinya perang dan hadirnya perdamaian yang bersifat permanen,” ujar HNW dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Haji dan Umrah sehari sebelumnya, Rabu (11/3).

Bagi HNW, langkah diplomasi ini krusial. Indonesia, sebagai pengirim jemaah terbanyak dengan kuota 221 ribu orang, punya kepentingan besar agar haji berjalan lancar, aman, dan nyaman. Konflik yang meluas bisa mengganggu semua itu.

Namun begitu, HNW mengingatkan agar pemerintah tak terburu-buru membicarakan wacana pembatalan haji. Faktanya, Arab Saudi sebagai tuan rumah justru masih terus mempersiapkan segalanya. Bahkan, sejak 4 Maret lalu, mereka sudah membuka pendaftaran untuk jemaah domestik. Pakistan, negara dengan jumlah jemaah besar lainnya, juga melakukan hal serupa.

Meski demikian, ia tak menampik perlunya skenario darurat. Situasi bisa saja berubah. Salah satu opsi yang ia usulkan adalah mempersingkat masa tinggal jemaah di Arab Saudi jika eskalasi konflik meledak usai puncak haji. Ia mengingatkan peristiwa tahun lalu, saat perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran pecah pada 17 Dzulhijjah 1446 H hanya beberapa hari setelah jemaah pulang.

Di sisi lain, HNW mengapresiasi persiapan haji di dalam negeri yang dinilainya cukup baik. Proses pengurusan visa, misalnya, sudah mencapai 100 persen dengan 198.410 visa terbit. Pembayaran akomodasi juga lunas 100 persen, konsumsi di atas 90 persen, dan pembayaran tahap pertama untuk penerbangan sudah 35 persen. Progress yang perlu dipertahankan.

Ia meminta Kementerian Haji dan Umrah memastikan komitmen perbaikan dari dua syarikah yang ditunjuk. Jangan sampai masalah-masalah tahun lalu terulang. Selain itu, ia mendorong agar kartu Nusuk identitas utama jemaah bisa dibagikan sejak di embarkasi Indonesia, bukan setelah tiba di Arab Saudi.

Persiapan yang matang dan komunikasi yang positif ke publik, tegas HNW, akan menentramkan calon jemaah. Banyak di antara mereka yang sudah menunggu puluhan tahun untuk berangkat.

“Tentu skema kedaruratan perlu disiapkan sebagai antisipasi,” pungkasnya. “Namun prioritas utama dan yang penting dipastikan adalah tetap bisa terwujudnya penyelenggaraan haji 1447 H secara aman, damai dan profesional, sebagai hasil dari diplomasi Haji hadirkan perdamaian.”

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar