Transjakarta Kaji Kenaikan Tarif yang Tak Pernah Berubah Selama 21 Tahun

- Jumat, 24 April 2026 | 00:00 WIB
Transjakarta Kaji Kenaikan Tarif yang Tak Pernah Berubah Selama 21 Tahun

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, buka suara soal kemungkinan naiknya tarif bus milik Pemprov DKI. Katanya, harga tiket yang Rp 3.500 itu sudah bertahan selama 21 tahun. Belum pernah naik sama sekali sejak 2005.

Pernyataan itu disampaikan Welfizon saat rapat bareng Komisi B DPRD Jakarta di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Ia bilang, memang bukan wewenangnya untuk memutuskan kenaikan. Tapi pihaknya sudah mulai mengkaji.

"Terkait dengan kenaikan tarif. Tentu ini menjadi domain eksekutif ataupun legislatif, tapi kami sudah melakukan kajian terkait dengan kenaikan tarif yang saat ini masih di Rp 3.500 dari tahun 2005 Pak, jadi kira-kira 21 tahun," ujarnya.

Nah, yang menarik, Welfizon lalu membandingkan dengan upah minimum provinsi atau UMP Jakarta. Menurut dia, UMP di Jakarta sudah naik berkali-kali lipat sejak 2005. Dulu cuma Rp 800 ribu, sekarang sudah tembus sekitar Rp 6 juta. Itu berarti kenaikannya sekitar 7 sampai 8 kali lipat.

"Kalau kita lihat 2005 itu UMP-nya masih Rp 800.000, sekarang UMP kita sudah di Rp 6.000.000 kira-kira kenaikannya sudah 7-8 kali lipat, tapi tarif kita masih bertahan 21 tahun," katanya.

Di sisi lain, Welfizon juga bilang sedang mengkaji tarif baru untuk Transjabodetabek. Rencananya, tarif itu bakal disesuaikan setelah masa uji coba tiga bulan berakhir. Begitu pula dengan tarif ke bandara.

"Termasuk juga saat ini kami juga sedang melakukan kajian terkait dengan tarif ke bandara dan juga Transjabodetabek," ucap Welfizon.

"Karena seperti yang disampaikan Pak Gubernur untuk bandara ini adalah tarif uji coba selama 3 bulan sehingga saat ini kita sedang mempersiapkan tarif penyesuaian yang nanti akan disampaikan oleh Pak Gub secara resmi," imbuhnya.

Ya, kita tunggu saja keputusan resminya nanti. Apakah tarif Transjakarta bakal naik atau tetap? Semoga saja kebijakannya tetap berpihak pada penumpang setia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar