Menanggapi hal itu, Niko Junius pun membalas. "Gua baca kemarin narasinya 'menyatakan mundur sementara, dikonfirmasi Tepe'," tulisnya.
Balasan itu rupanya membuat Tepe merasa disalahkan. Dia pun langsung angkat bicara untuk klarifikasi. Tepe menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun memberikan keterangan bahwa Reza Arap mundur dari proyek tersebut.
Jadi, bisa dibilang kabar mundurnya Arap itu cuma isu yang berkembang dari kejadian dia pulang lebih awal. Marapthon sendiri adalah proyek siaran langsung yang cukup ekstrem, berlangsung selama 30 hari penuh. Tayang perdana sejak 8 Februari 2026 di YouTube, acara ini menampilkan streaming marathon dengan durasi yang sangat panjang, bisa 8 sampai 11 jam per sesinya. Reza Arap diketahui merupakan salah satu penggagas utama di balik acara ini.
Artikel Terkait
Kapolri Ajak Mahasiswa Bersatu Dukung Langkah Pemerintah Hadapi Tantangan Global
Timnas Indonesia Luncurkan Jersey Baru, Kandang Bergaya Vintage dan Tandang Berinspirasi Batik Modern
KPK Turun Tangan Selidiki Harga Obat di Indonesia yang 5 Kali Lipat dari Malaysia
Kapolri Tegaskan Perubahan Paradigma Polri: Dari Menjaga ke Melayani