Desa Gobah di Kabupaten Kampar, Riau, akhirnya punya cerita baru. Wajah infrastrukturnya berubah total, berkat sebuah jembatan yang kini berdiri kokoh menggantikan struktur kayu yang sudah lapuk. Perubahannya benar-benar drastis.
Dulu, jembatan penghubung itu bikin was-was. Lantainya dari kayu yang sudah bolong-bolong di sana-sini, lapuk dimakan usia. Setiap kali melintas, warga harus ekstra hati-hati. Kerawanannya jelas, jadi momok sehari-hari.
Tapi lihatlah sekarang. Jembatan itu sudah berubah wujud. Lantai kayu yang rapuh telah berganti menjadi beton padat, dengan pagar besi pengaman di kedua sisinya. Warga pun bisa melintas dengan tenang, tanpa rasa khawatir lagi. Perbedaannya sangat mencolok.
Menurut dokumentasi Polda Riau, persiapan akhir sedang digenjot. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, sudah turun langsung untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana di lokasi pada Selasa lalu.
Dia didampingi Kapolres Kampar, AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang. Mereka memantau proses pengecatan lantai dan tiang-tiang turap, agar semuanya tampak lebih rapi dan menarik menjelang acara besar nanti.
Jembatan yang diberi nama Merah Putih Presisi ini punya ukuran cukup besar: panjang 27,5 meter dan lebar 4 meter. Yang penting, desainnya kuat. Bahkan bisa dilalui kendaraan roda empat, seperti mobil. Harapannya jelas, akses yang lebih lancar bakal memompa perekonomian warga sekitar.
Artikel Terkait
Kapolri Tekankan Soliditas dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas
Pemerintah Klaim Kesiapan Infrastruktur Jalan Mudik Lebaran 2026 Sudah Dipastikan
Menko Pangan Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali Jelang Lebaran
Reza Arap Bantah Isu Mundur dari Marapthon, Teguh Prakoso Jelaskan Masalah Kesehatan Mental