Pertama, soal harga diri. Iran menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatannya. Ini, bagi mereka, adalah fondasi mutlak. Tanpa itu, percuma saja berunding.
Kedua, mereka minta kompensasi. Ganti rugi atas kerusakan akibat serangan gabungan AS dan Israel akhir Februari lalu. Serangan itulah yang memantik eskalasi dan membuat kawasan jadi makin bergejolak.
Yang ketiga, jaminan. Teheran ingin kepastian bahwa agresi militer serupa tidak akan terulang di masa depan. Mereka tak mau kejadian itu berulang.
Menurut pantauan sejumlah media internasional, Iran kini sedang menunggu. Menunggu respons terhadap tuntutan itu dari pihak-pihak terkait.
Namun begitu, situasi di lapangan tetap tegang. Suasana di Timur Tengah masih seperti bara dalam sekam, rentan menyala kembali kapan saja sejak rentetan serangan akhir Februari itu. Peluang dialog ada, tapi jalannya masih terjal dan penuh prasyarat.
Artikel Terkait
Jelang Buka Puasa, Kemacetan Parah Landa Sejumlah Ruas Tol Jakarta
Makan Bergizi Gratis di Sekolah Perkuat Solidaritas dan Gairah Belajar
Massa Banser Beri Dukungan di KPK Saat Yaqut Diperiksa Kasus Kuota Haji
Jasa Marga Percepat Preservasi Tol untuk Antisipasi Puncak Mudik Lebaran 2026