Belajar dari kendala tahun lalu, ada perubahan signifikan di titik rekayasa jalur tol. Dulu sempat terjadi kuncian di sekitar Km 188. Nah, tahun ini skenario one way akan ditarik lebih jauh, hingga Km 236 Pejagan. Tujuannya jelas: mengurai potensi kemacetan parah atau bottleneck dengan lebih efektif.
Sementara untuk jalur penyeberangan seperti Merak-Bakauheni, persiapannya juga matang. Polri sudah menyiapkan delay system dan buffer zone di kantong parkir serta rest area Km 43 dan Km 64. Ini antisipasi jika tiba-tiba cuaca ekstrim melanda pelabuhan.
“Sistem manajemen pelabuhan kini sudah lebih bagus. Ticketing sudah tertata reguler untuk mempercepat distribusi kendaraan,” tambah Agus. Dia menekankan, sinergi dengan berbagai stakeholder terjalin erat. Kolaborasi ini dianggap kunci sukses Operasi Ketupat.
Yang unik, Korlantas juga mengambil pendekatan humanis. Mereka menyampaikan pesan keselamatan melalui sebuah lagu berjudul ‘Mudik Tertib, Ojo Kesusu’. Gagasannya sederhana: agar imbauan polisi lebih mudah dicerna dan diterima masyarakat, terutama anak muda.
“Bermimpi harus diikuti dengan cara berpikir, lalu diikuti dengan rencana. Perencanaan itulah kunci keberhasilan,” tutur Irjen Agus. “Kita ingin masyarakat mudik dengan riang gembira, berangkat selamat, sampai di tujuan selamat dan bahagia.”
Terakhir, ada imbauan praktis untuk publik. Masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna memecah kepadatan arus. Selain itu, layanan bantuan polisi di nomor 110 siap siaga 24 jam penuh sepanjang masa mudik dan balik nanti.
Artikel Terkait
Kemenag Kepri Siapkan 62 Masjid sebagai Rest Area Pemudik Lebaran 2026
Gubernur Banten Terbitkan Aturan WFH Tiga Hari Usai Lebaran 2026 bagi ASN
Presiden Iran Ajukan Tiga Syarat Keras untuk Kembali ke Meja Perundingan dengan AS
DPR Dorong Antisipasi Dini Mudik dan Stabilisasi Harga Sembako Jelang Lebaran 2026