DK PBB Serukan Iran Hentikan Segala Serangan di Kawasan Teluk

- Kamis, 12 Maret 2026 | 10:45 WIB
DK PBB Serukan Iran Hentikan Segala Serangan di Kawasan Teluk

Yang jadi persoalan, serangan-serangan balasan ini kerap meleset atau mengenai wilayah negara lain yang mengklaim netral. Beberapa negara tetangga mengeluh mereka ikut kena dampak, padahal tak terlibat konflik dan menolak wilayahnya dipakai untuk menyerang.

Di sisi lain, langkah Iran menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dilihat banyak pihak sebagai taktik tekanan ekonomi. Mereka seolah ingin menunjukkan, jika mereka tersudut, perekonomian global bisa ikut merasakan getahnya.

Namun begitu, dari Washington, nada yang terdengar justru optimis bahkan penuh keyakinan. Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama memberi isyarat bahwa perang ini akan segera berakhir.

Menurutnya, Iran sudah terpojok. “Mereka akan sulit bangkit kembali,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026). Trump yakin serangan AS telah membuat posisi Iran nyaris mustahil untuk pulih dalam waktu dekat.

Jadi, sementara PBB mencoba meredam dengan kata-kata dan tekanan diplomatik, di lapangan, perhitungannya masih tentang kekuatan dan ketahanan. Resolusi itu jelas sebuah peringatan keras. Tapi apakah cukup untuk menghentikan pertikaian? Itu pertanyaan yang jawabannya masih menggantung di udara panas Timur Tengah.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar