Dewan Keamanan PBB akhirnya bersuara. Pada Rabu (11/3) waktu setempat, mereka mengesahkan sebuah resolusi yang secara tegas menyerukan Iran untuk menghentikan semua serangannya di kawasan Teluk. Suara mayoritas mendukung 13 setuju, dua abstain menandai tekanan internasional yang kian mengeras.
Inti dari resolusi itu jelas: Teheran diminta segera menghentikan tembakan. Targetnya adalah negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan beberapa negara tetangga lainnya yang disebutkan satu per satu. Menurut DK PBB, aksi-aksi ini bukan cuma pelanggaran hukum internasional, tapi sudah jadi ancaman serius bagi perdamaian dunia.
“Menuntut penghentian segera semua serangan oleh Republik Islam Iran,” bunyi salah satu poin krusial dalam dokumen tersebut.
Tak cuma itu. Resolusi itu juga secara khusus mengecam segala upaya Iran yang mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur sempit itu adalah urat nadi perdagangan minyak global, dan gangguan di sana berimbas ke seluruh dunia.
Latar belakangnya memang berdarah-darah. Semuanya memanas setelah serangan AS dan Israel pada akhir Februari lalu, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Perang pun pecah. Sejak itu, Teheran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan hujan drone dan rudal ke berbagai titik di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Wali Kota Lepas 238 Pemudik Palembang dalam Program Mudik BUMN
Mendikbud Canangkan Kombinasi Digital dan Menulis Tangan untuk Cegah Ketergantungan Siswa pada AI
Tokopedia Fasilitasi Pembayaran Zakat Fitrah Secara Digital via BAZNAS
Buron Interpol Kasus Perdagangan Orang dari Kamboja Ditangkap di Bali