Edy, driver Gojek, mengiyakan. Tapi dia menambahkan alasan lain: kemacetan. "Selama Ramadan ini, order memang meningkat sekali. Pengemudi pun selektif, karena kondisi jalanan yang macet," ujarnya.
Dia jadi sangat perhitungan. Untuk order jarak dekat dengan tarif Rp 10-20 ribu, dia akan pertimbangkan betul rutenya. Kalau macet, lebih baik ditolak. "Saya bisa menghabiskan waktu, sehingga merugi. Pendapatan tidak seberapa," jelas Edy. Titik jemput yang jauh dari posisinya sekarang juga biasanya dia skip.
Cerita serupa datang dari Suryadi, driver Grab. Menurut catatannya, permintaan layanan naik drastis selama Ramadan. Di sisi lain, jalanan terutama jelang buka puasa makin parah macetnya. "Mungkin selama bulan puasa ini banyak orang yang ingin pulang pada waktu yang sama," dugaannya.
Kondisi itu bikin Suryadi memilih 'offline' atau 'off bid' sesaat sebelum buka puasa. Dia lebih memilih istirahat dan fokus ibadah ketimbang terjebak macet. "Saya aktifkan kembali pada jam tujuh malam lewat," katanya. Efeknya jelas, dalam dua jam dia cuma bisa melayani satu atau dua penumpang, bandingkan dengan hari biasa yang bisa empat orang. Untuk kirim paket, dia cuma mau terima orderan di siang hari, saat lalu lintas belum terlalu parah.
Menanggapi hal ini, perwakilan Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, mengakui ada tantangan. "Meskipun pada waktu dan area tertentu sebagian pengguna dapat mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya," ujarnya.
Penyebabnya, permintaan layanan naik tinggi, sementara ketersediaan driver dipengaruhi faktor seperti cuaca ekstrem dan kepadatan lalu lintas yang tidak biasa. Tyas menyebut tim operasional Grab sedang berupaya menstabilkan ketersediaan mitra driver, termasuk dengan penyesuaian operasional di area permintaan tinggi. "Kami terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala," janjinya.
Sementara itu, Gojek dan Shopee belum memberikan tanggapan resmi. Namun, lewat notifikasi di aplikasinya, Shopee secara halus mengakui masalah ini dengan menyebut adanya potensi keterlambatan pengiriman di beberapa wilayah akibat kendala operasional dan order yang membludak.
Artikel Terkait
Telkom Pangkas Anak Usaha dari 60 Jadi Hanya 14 Entitas
Tiga Bulan dalam Isolasi, Terpidana Mutilasi Mojokerto Dijauhkan dari Tahanan Lain
DPR Sahkan Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Asas Nirlaba Dihapus
Gubernur Sulsel Desak Penghentian Konflik Timur Tengah demi Keamanan Jemaah Umrah