BNPT Garap Tambak Lele di Cirebon, Benteng Radikalisme Dibangun dari Desa

- Selasa, 16 Desember 2025 | 14:20 WIB
BNPT Garap Tambak Lele di Cirebon, Benteng Radikalisme Dibangun dari Desa

Kabut pagi belum sepenuhnya hilang di atas kolam-kolam terpal di Jamblang, Cirebon, ketika sejumlah petani mulai menyortir hasil panen. Ikan lele yang berkembang biak dalam sistem bioflok itu bukan sekadar komoditas. Di baliknya, ada upaya strategis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengolah sawah dan tambak sebagai garis depan pencegahan terorisme.

Programnya bernama Desa Siapsiaga. Intinya, membangun ketahanan komunitas dari akar rumput, dengan pemberdayaan ekonomi sebagai ujung tombaknya. Di Jamblang, wujudnya adalah budidaya lele bioflok yang digulirkan di delapan desa.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, meninjau langsung panen itu. Baginya, program ini adalah kolaborasi nyata untuk memperkuat masyarakat desa secara menyeluruh. Fokusnya ganda: mendongkrak ekonomi sekaligus mengeratkan simpul komunitas sebagai benteng alami melawan radikalisme.

"Ini adalah upaya untuk meningkatkan perekonomian desa, di mana Desa Siapsiaga ini bertujuan untuk membangun ketahanan komunitas," tegas Eddy dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).

Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor ini bukan tanpa mandat. Ini adalah turunan langsung dari kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029, yang berpedoman pada Asta Cita Presiden.

"Sinergi kolaborasi ini merupakan amanat dari asta cita bapak presiden... sinergi tentang keamanan untuk melakukan pencegahan," tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, melihat keselarasan yang kuat. Menurutnya, membangun dari desa adalah jantung dari visi pembangunan nasional. Pemerataan ekonomi di level terbawah, secara langsung berkaitan dengan upaya mitigasi dan pencegahan bibit-bibit terorisme.

"Program-program seperti ini sesuai dengan asta cita ke-6 bapak presiden, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan sekaligus pemberantasan kemiskinan," ucap Yandri.

Di lapangan, dampaknya mulai terasa. Yoyon Kristianto, Kepala Desa Jamblang, bercerita tentang perkembangan yang menggembirakan. Dari awalnya cuma tiga kolam, kini sudah berkembang menjadi enam. Dan rencananya akan terus ditambah.

"Kita support melalui pemerintah desa yang nanti berkolaborasi baik dari bantuan program dari BNPT sendiri termasuk dari program Dana Desa," pungkas Yoyon penuh semangat.

Delapan desa di Kecamatan Jamblang kini menjadi pilot project: Jamblang, Sitiwinangun, Wangunharja, Orimalang, Bojong Lor, Bojong Wetan, Bakung Kidul, dan Bakung Lor. Masing-masing punya cerita dan dinamikanya sendiri.

Pada akhirnya, yang diusahakan BNPT melalui Desa Siapsiaga ini sederhana namun mendasar: mengintegrasikan upaya pencegahan terorisme dengan denyut nadi ekonomi desa. Tujuannya jelas, mewujudkan masyarakat yang tak hanya mandiri secara materi, tapi juga tangguh secara ideologi. Masyarakat yang punya daya tahan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar