Ancaman Sanksi Paling Berat: Diusir Selamanya
Di sisi lain, Menpora juga mengingatkan soal konsekuensi terberat. Relasi kuasa dan jabatan sama sekali bukan alat untuk merugikan atlet. Bagi yang terbukti melakukannya, hukuman menanti.
"Tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup," kata Erick dengan tegas. "Tidak ada toleransi dan tidak ada tempat bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan."
Pesan itu jelas. Dunia olahraga harus bersih dari segala bentuk kekerasan, apalagi yang memanfaatkan ketimpangan posisi.
Membangun Sistem Perlindungan yang Nyata
Lantas, langkah ke depan seperti apa? Kemenpora mendorong semua organisasi olahraga dan pemangku kepentingan untuk bergerak. Sistem perlindungan atlet harus diperkuat, agar sejarah kelam ini tidak terulang.
"Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas," tutup Menpora Erick. Atlet, menurutnya, berhak berprestasi tanpa diliputi rasa takut. Mereka butuh sistem pendukung yang konkret, bukan sekadar wacana.
Kini, semua mata tertuju pada proses hukum yang berjalan. Sementara itu, keberanian satu atlet untuk bicara, mungkin telah membuka jalan bagi yang lain untuk tidak lagi diam.
Artikel Terkait
Bandara Hang Nadim Batam Proyeksikan 280 Ribu Penumpang Mudik Lebaran
Bus Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Beroperasi, Tempuh 65 Km dalam 2 Jam
Polda Sumsel Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Palembang dan Lubuk Linggau dalam Kurang dari Sehari
Mitos Larangan Mandi hingga Vaksin, Ini 7 Fakta Campak yang Perlu Diluruskan