Dini hari tadi, langit di beberapa wilayah Israel kembali dihiasi jejak ledakan. Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan udara gabungan yang cukup besar. Menurut mereka, operasi ini dilakukan bersama sekutu setianya dari Lebanon, yakni kelompok Hizbullah.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars dan Tasnim, disebutkan bahwa serangan ini merupakan sebuah "operasi gabungan dan terintegrasi." Intinya, rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran berbarengan dengan hujan drone serta roket yang datang dari arah Lebanon. Menurut sejumlah saksi, suara sirene peringatan terdengar nyaring di tengah malam.
Operasi ini, kata mereka, memfokuskan serangan pada lebih dari lima puluh target di Israel. Beberapa lokasi strategis seperti pangkalan militer di Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba masuk dalam daftar sasaran. Namun begitu, tidak hanya wilayah Israel yang jadi tujuan.
Pangkalan militer Amerika Serikat di dua lokasi lain juga ikut disebut sebagai target. Yakni di Al-Kharj, Arab Saudi, dan Al-Azraq, Yordania. Di Arab Saudi, pesan peringatan darurat sempat dikeluarkan, meski menurut koresponden AFP, tidak ada laporan kerusakan berarti. Sementara pihak Yordania dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada serangan yang terjadi di wilayah mereka.
Artikel Terkait
Debt Collector Hentikan Mercedes di Jalan Gunung Sahari, Polisi Turun Mediasi
Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, Tiga Awak Hilang
Bareskrim Sita Aset Rp 300 Miliar Terkait Dugaan Penipuan PT Dana Syariah Indonesia
Indonesia Serukan Penghentian Konflik di Timur Tengah, Tanggapi Klaim Kemenangan Trump