Dengan begitu, antrean tidak akan menjalar hingga memblokir jalan utama. Menurut Agus, semua skenario ini telah dirancang bersama berbagai pemangku kepentingan terkait.
"Jadi dari situasi normal hingga kuning dan merah, negara sudah siap untuk melayani masyarakat yang terbaik," tegasnya.
Strategi penanganan itu sendiri dibagi berdasarkan tingkat keparahan. Ada kondisi hijau untuk situasi normal, kuning untuk waspada, dan merah untuk keadaan darurat serius. Pada kondisi ekstrem, rencana darurat atau emergency plan langsung dijalankan, lengkap dengan analisis kecelakaan lalu lintas dan penyiapan peralatan pendukung.
Di sisi lain, Agus menekankan bahwa kesuksesan Operasi Ketupat 2026, yang mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', sangat bergantung pada kolaborasi. Bukan cuma urusan lalu lintas, tapi lebih dari itu.
"Operasi Ketupat adalah negara hadir," sambungnya.
Momentum spiritual Ramadan dan Idul Fitri, menurutnya, harus dijamin keamanannya oleh negara, mulai dari sisi kriminalitas hingga ketertiban di jalan. Untuk itulah, berbagai kementerian dan lembaga telah duduk bersama mengevaluasi dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Kata kuncinya satu: kerja sama.
Artikel Terkait
Debt Collector Hentikan Mercedes di Jalan Gunung Sahari, Polisi Turun Mediasi
Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, Tiga Awak Hilang
Bareskrim Sita Aset Rp 300 Miliar Terkait Dugaan Penipuan PT Dana Syariah Indonesia
Indonesia Serukan Penghentian Konflik di Timur Tengah, Tanggapi Klaim Kemenangan Trump