Yang membuatnya lebih mengkhawatirkan, praktik ini ternyata sudah berlangsung lama. Sejak 2019, pabrik milik WH itu beroperasi dengan kapasitas yang tak main-main.
"Dalam sehari, mereka bisa menghasilkan sekitar 1 sampai 1,5 ton mi," ungkap Djoko.
Soal harga, mi berformalin itu dijual relatif murah, hanya Rp 12 ribu per kilogram. Saat ditanya detail daerah pemasarannya, polisi masih mendalami informasi dari para tersangka.
"Kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya.
Artikel Terkait
Dolar AS Menguat Signifikan di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
Menpora Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual oleh Pelatih Kickboxing di Jawa Timur
Drone Iran Klaim Serang Dubai, Otoritas Setempat Sebut Insiden Jatuh