Rabu lalu, udara di perbatasan utara kembali memanas. Militer Israel mengaku telah melancarkan serangan baru ke wilayah Lebanon. Sasaran mereka, menurut pengakuan resmi, adalah markas dan infrastruktur milik kelompok Hizbullah.
Serangan yang dilaporkan terjadi pada hari Rabu (11/3) waktu setempat ini disebut-sebut sebagai bagian dari gelombang serangan skala besar. Fokusnya adalah kawasan Dahiyeh, sebuah pinggiran di selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kekuatan kelompok bersenjata yang didukung Iran itu. Intinya, Israel ingin menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai "kepentingan dan kemampuan militer" Hizbullah di sana.
Namun begitu, aksi ini bukan tanpa sebab. Menurut juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, serangan dilancarkan sebagai respons atas tembakan roket dari Hizbullah ke arah Israel dalam beberapa jam sebelumnya.
Adraee menegaskan sikap tegas pihaknya.
Artikel Terkait
Korlantas Siapkan Sistem Penundaan untuk Antisipasi Macet Ekstrem di Pelabuhan Mudik 2026
Roy Suryo Tegaskan Pernyataan RHS di Video adalah Sikap Pribadi, Bukan Wakili Penulis Jokowis White Paper
Jerman Evakuasi Diplomat dari Irak Menyusul Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026