Israel Lancarkan Serangan ke Basis Hizbullah di Beirut, Kelompok Balas dengan Puluhan Roket

- Kamis, 12 Maret 2026 | 04:35 WIB
Israel Lancarkan Serangan ke Basis Hizbullah di Beirut, Kelompok Balas dengan Puluhan Roket

Rabu lalu, udara di perbatasan utara kembali memanas. Militer Israel mengaku telah melancarkan serangan baru ke wilayah Lebanon. Sasaran mereka, menurut pengakuan resmi, adalah markas dan infrastruktur milik kelompok Hizbullah.

Serangan yang dilaporkan terjadi pada hari Rabu (11/3) waktu setempat ini disebut-sebut sebagai bagian dari gelombang serangan skala besar. Fokusnya adalah kawasan Dahiyeh, sebuah pinggiran di selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kekuatan kelompok bersenjata yang didukung Iran itu. Intinya, Israel ingin menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai "kepentingan dan kemampuan militer" Hizbullah di sana.

Namun begitu, aksi ini bukan tanpa sebab. Menurut juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, serangan dilancarkan sebagai respons atas tembakan roket dari Hizbullah ke arah Israel dalam beberapa jam sebelumnya.

Adraee menegaskan sikap tegas pihaknya.

Pasukan kami akan segera bertindak dengan kekuatan besar terhadap fasilitas, kepentingan, dan kemampuan militer (Hizbullah) di daerah tersebut.

Di sisi lain, Hizbullah tak tinggal diam. Mereka membalas dengan cepat. Pada hari yang sama, kelompok tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi telah meluncurkan puluhan roket ke Israel utara.

Operasi baru ini, kata mereka, adalah bentuk balasan langsung. Sebuah respons atas apa yang mereka sebut "agresi kriminal" Israel terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon, termasuk serangan di pinggiran selatan Beirut. Roket-roket itu diluncurkan untuk menargetkan lokasi-lokasi tertentu di wilayah utara Israel.

Jadi, situasinya kembali seperti lingkaran yang sulit diputus. Serangan dibalas dengan serangan, klaim dijawab dengan klaim. Ketegangan di perbatasan itu, sekali lagi, mencapai titik yang mencemaskan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar