kata Sharif dalam pidato televisi yang disiarkan ke seluruh negeri. Nada suaranya terdengar berat.
Thailand: Dari WFH Sampai Imbauan Naik Tangga
Sementara itu, Thailand memilih pendekatan yang agak berbeda. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan pegawai negeri untuk bekerja dari rumah mulai Selasa lalu. Tapi aturan ini tidak berlaku bagi mereka yang tugasnya melayani publik secara langsung.
Kebijakannya terkesan lebih detail dan teknis. Misalnya, mengatur suhu AC di kantor pemerintah antara 26 sampai 27 derajat. Pegawai disarankan pakai kemeja lengan pendek, naik tangga ketimbang lift, dan mematikan peralatan listrik yang tak dipakai. Perjalanan dinas ke luar negeri untuk sementara dihentikan. Masyarakat pun diimbau untuk nebeng atau carpooling guna menghemat BBM.
Kalau situasi makin runyam, rencananya akan ada langkah lebih ketat. Misalnya, meredupkan lampu papan reklame di mal dan gedung komersial, atau menutup pom bensin lebih awal, jam sepuluh malam.
Menurut data, cadangan energi Thailand masih cukup untuk sekitar tiga bulan. Tapi masalahnya, 68% kebutuhan mereka bergantung pada gas alam. Makanya pemerintah sedang buru-buru mencari pasokan LNG tambahan, dari AS, Australia, sampai Afrika Selatan.
Jadi, meski responsnya berbeda-beda, intinya sama: negara-negara ini sedang bersiap. Konflik yang jauh di sana kini jadi urusan dekat di sini, memaksa setiap pemerintah memutar otak mencari cara bertahan.
Artikel Terkait
DPR Ingatkan Sanksi Tegas hingga Pemberhentian bagi Kepala Daerah yang Langgar Larangan Mudik Mendagri
Prabowo: Krisis Global Momentum Percepat Swasembada Pangan dan Energi
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka KPK Sah