Di hadapan anggota Komisi XI DPR RI, Rabu lalu, Hasan Fawzi membeberkan rencana besarnya. Dia, yang baru terpilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, berbicara soal masa depan Bursa Efek Indonesia. Roadmap-nya bertajuk "Integralitas", sebuah konsep yang dia sodorkan sebagai jawaban atas persoalan mendasar di pasar modal kita.
Ya, kinerjanya memang sering memecahkan rekor. Tapi di balik angka-angka yang gemilang itu, menurut Hasan, tersimpan masalah serius. Integritas dan perilaku pasar masih jadi tantangan besar yang tak bisa diabaikan.
"Berbagai praktik seperti manipulasi harga, perdagangan yang terkoordinasi atau perdagangan semu, hingga penyebaran informasi yang menyesatkan masih menjadi persoalan yang serius," ujarnya di gedung DPR.
Dengan kata lain, persoalan di sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon ini bukan cuma siklus biasa. Ini struktural. Dan untuk mengatasinya, kepercayaan pasar harus dipulihkan lewat reformasi integritas.
Nah, "Integralitas" inilah yang dia tawarkan sebagai payung kebijakan. Kerangka ini akan mengorkestrasi delapan rencana aksi, yang dikelompokkan jadi lima klaster utama.
"Klaster-klaster itu adalah integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas," jelas Hasan.
Mari kita bahas satu per satu. Untuk klaster integrasi, fokusnya adalah memperkuat koordinasi. Bukan cuma antar lembaga dan penegak hukum, tapi juga melibatkan pelaku industri dan semua pemangku kepentingan.
Di sisi lain, klaster granularitas akan berurusan dengan data. Tujuannya meningkatkan kualitas data, mulai dari detail kepemilikan saham di perusahaan terbuka sampai klasifikasi investor yang lebih rinci.
Artikel Terkait
Menpora Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual oleh Pelatih Kickboxing di Jawa Timur
Drone Iran Klaim Serang Dubai, Otoritas Setempat Sebut Insiden Jatuh
Putri Kim Jong Un Tembakkan Senjata, Sinyal Persiapan Penerus?
Valverde Cetak Hattrick, Bawa Madrid Hancurkan Manchester City 3-0