"Salah satunya melalui pengembangan pariwisata sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memperbaiki kawasan terdampak aktivitas pertambangan," tambah Fahri.
Memang, potensinya ada. Bumi Anoa ini punya kekayaan alam yang luar biasa. Kalau dikelola dengan serius dan berkelanjutan, bukan mustahil bisa menarik minat investor. Beberapa kawasan pesisir dan taman laut di provinsi ini sebenarnya punya daya tarik kuat bagi wisatawan. Hanya saja, butuh penataan lebih lanjut.
Pemerintah daerah diharap bisa mulai menata kawasan pesisir, meningkatkan kebersihan, dan mempercantik lingkungan agar layak jadi destinasi unggulan. Di sisi lain, Kementerian PUPR sendiri menyatakan siap mendukung. Dukungan itu akan difokuskan pada perencanaan renovasi perumahan, penataan kawasan, hingga pembangunan rumah baru, terutama di wilayah perkotaan dan permukiman kumuh.
Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan yang menekankan penciptaan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah itu diharapkan bisa mewujudkan kota-kota yang lebih nyaman untuk ditinggali.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Landa Bogor, 15 Rumah Terendam
Rem Blong Truk Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di JORR
Wakil Ketua MPR Desak Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah, Angka Remaja Berisiko Capai 34,9%
Longsor Sampah 50 Meter di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Hilang