Sejarah Panjang Puasa: Dari Nabi Nuh hingga Kewajiban Ramadhan

- Kamis, 05 Maret 2026 | 08:15 WIB
Sejarah Panjang Puasa: Dari Nabi Nuh hingga Kewajiban Ramadhan

Jakarta: Ibadah puasa, rukun Islam yang satu ini, punya sejarah yang amat panjang. Bahkan, jejaknya sudah ada jauh sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad SAW. Umat-umat terdahulu sudah mempraktikkan tradisi menahan diri ini, dengan tata cara dan tujuan yang terus berkembang, hingga akhirnya disempurnakan dalam syariat puasa Ramadhan yang kita kenal sekarang.

Lalu, Bagaimana Sejarah Turunnya Perintah Ini?

Menarik untuk ditelusuri. Menurut sejumlah ulama tafsir, seperti Imam Al-Qurthubi, tradisi berpuasa ini konon dimulai dari Nabi Nuh AS. Ia diyakini sebagai nabi pertama yang melakukannya. Ceritanya, puasa itu dilakukan sebagai wujud syukur yang mendalam setelah beliau dan pengikutnya yang beriman selamat dari bencana banjir besar yang menghancurkan kaumnya. Namun begitu, aturannya kala itu belum spesifik. Belum ada pedoman rinci seperti puasa Ramadhan sekarang.

Kebiasaan Nabi Muhammad Sebelum Ramadhan

Nah, tahukah Anda? Jauh sebelum kewajiban puasa Ramadhan ditetapkan, Rasulullah SAW dan para sahabat sebenarnya sudah akrab dengan ibadah puasa. Mereka biasa berpuasa pada hari-hari tertentu. Misalnya, puasa Ayyamul Bidh di pertengahan bulan, atau puasa Asyura setiap 10 Muharram. Ibadah ini sudah menjadi bagian dari kehidupan spiritual mereka.

Titik Balik: Turunnya Kewajiban

Perubahan besar terjadi pada tahun kedua Hijriah. Atau sekitar 18 bulan setelah hijrah ke Madinah. Saat itulah, perintah wajib puasa Ramadhan akhirnya turun. Landasannya adalah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar