Jakarta: Ibadah puasa, rukun Islam yang satu ini, punya sejarah yang amat panjang. Bahkan, jejaknya sudah ada jauh sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad SAW. Umat-umat terdahulu sudah mempraktikkan tradisi menahan diri ini, dengan tata cara dan tujuan yang terus berkembang, hingga akhirnya disempurnakan dalam syariat puasa Ramadhan yang kita kenal sekarang.
Lalu, Bagaimana Sejarah Turunnya Perintah Ini?
Menarik untuk ditelusuri. Menurut sejumlah ulama tafsir, seperti Imam Al-Qurthubi, tradisi berpuasa ini konon dimulai dari Nabi Nuh AS. Ia diyakini sebagai nabi pertama yang melakukannya. Ceritanya, puasa itu dilakukan sebagai wujud syukur yang mendalam setelah beliau dan pengikutnya yang beriman selamat dari bencana banjir besar yang menghancurkan kaumnya. Namun begitu, aturannya kala itu belum spesifik. Belum ada pedoman rinci seperti puasa Ramadhan sekarang.
Kebiasaan Nabi Muhammad Sebelum Ramadhan
Nah, tahukah Anda? Jauh sebelum kewajiban puasa Ramadhan ditetapkan, Rasulullah SAW dan para sahabat sebenarnya sudah akrab dengan ibadah puasa. Mereka biasa berpuasa pada hari-hari tertentu. Misalnya, puasa Ayyamul Bidh di pertengahan bulan, atau puasa Asyura setiap 10 Muharram. Ibadah ini sudah menjadi bagian dari kehidupan spiritual mereka.
Titik Balik: Turunnya Kewajiban
Perubahan besar terjadi pada tahun kedua Hijriah. Atau sekitar 18 bulan setelah hijrah ke Madinah. Saat itulah, perintah wajib puasa Ramadhan akhirnya turun. Landasannya adalah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.
Artikel Terkait
Upacara Peringatan Khamenei Ditunda, Panitia Hadapi Permintaan Massa yang Membeludak
BPJPH dan KPK Luncurkan Dashboard Anti-Korupsi untuk Sertifikasi Halal
Ketua PPP Mardiono: Sikap RI Atas Konflik Global Harus Berakar pada Pembukaan UUD 1945
Laporan Giga Society 2025: 10 Orang dengan Skor IQ Tertinggi, Tertembus 276