Kapolri Serukan Solidaritas Nasional Hadapi Dampak Global Menuju Indonesia Emas 2045

- Selasa, 10 Maret 2026 | 15:45 WIB
Kapolri Serukan Solidaritas Nasional Hadapi Dampak Global Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam suasana hangat silaturahmi Ramadhan di Surabaya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan penting. Ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu. Tujuannya jelas: menjaga persatuan bangsa di tengar riuhnya dinamika global, sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Acara yang digelar bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu, menurut Sigit, adalah momen yang tepat untuk mengingatkan kembali tentang solidaritas. "Implikasi kondisi global pasti terasa pada ekonomi dalam negeri," ujarnya.

"Makanya, menghadapi situasi seperti ini, kita semua harus solid. Pemerintah, masyarakat, terutama kawan-kawan buruh."

Kapolri lantas menjelaskan bahwa pemerintah tak tinggal diam. Berbagai upaya diplomasi perdamaian digalakkan untuk menjaga stabilitas ekonomi global, yang tentu berdampak pada Indonesia. Di sisi lain, langkah menuju swasembada pangan dan energi juga terus didorong. Ini semua agar negeri kita bisa lebih mandiri, tidak selalu bergantung pada negara lain.

Namun begitu, upaya pemerintah saja tidak cukup. Sigit menekankan, kunci keberhasilannya ada pada kekompakan dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.

"Saya yakin, kalau kita solid, ancaman apa pun bisa kita hadapi. Program-program untuk kemandirian juga harus terus kita dorong bersama," tegasnya.

Pembicaraan kemudian merambah ke iklim investasi. Sigit menyebut kondisi saat ini cukup kondusif untuk menarik investor. Tapi itu saja belum lengkap. Ia menyelipkan catatan penting: peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan. Tanpa itu, sulit bagi Indonesia untuk bersaing di kancah internasional.

Di penghujung sambutannya, Kapolri kembali menyerukan semangat kebersamaan. Seruannya sederhana tapi penuh makna.

"Mari kita satu tekad, satu langkah. Berbaris dalam satu barisan untuk menjaga Indonesia. Agar kita bisa menyongsong masa depan yang lebih baik, menuju Indonesia Emas 2045."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar