Tradisi Seba Baduy Serukan Pelestarian Alam dan Pemberantasan Korupsi kepada Bupati Lebak

- Sabtu, 25 April 2026 | 01:25 WIB
Tradisi Seba Baduy Serukan Pelestarian Alam dan Pemberantasan Korupsi kepada Bupati Lebak

Setiap tahun, masyarakat Baduy menggelar tradisi Seba Baduy. Mereka datang menemui Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Tahun ini, ada pesan khusus yang mereka bawa: jaga alam dan berantas korupsi. Bukan sekadar seremoni biasa, ini soal hidup dan mati.

Acara Seba Baduy sendiri digelar di Pendopo Bupati Lebak. Nanti, puncaknya akan berlanjut di Pendopo Gubernur Banten. Di pendopo kabupaten, warga Baduy bertemu langsung dengan Hasbi Asyidiki Jayabaya sang bupati dan para tamu undangan. Suasana hangat, tapi penuh makna.

Di momen itu, mereka menyampaikan permintaan. Pemerintah diminta benar-benar menjaga dan melestarikan alam. Sebab, bagi orang Baduy, alam bukan sekadar pemandangan. Alam adalah sumber kehidupan. Titik.

Jaro Tangungan 12, Saidi Putra, angkat bicara. Ia menyampaikan pesan dengan tegas.

"Penetapan penguatan pelestarian khususnya kepada yang cinta kepada alam, kami menitipkan mudah-mudahan yang ada di muka bumi mohon dipikirkan, di pelosok manapun yang disebut larangan, di darat dan di air," katanya kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Tak berhenti di situ. Saidi juga menyoroti soal limbah baik industri maupun rumah tangga yang mencemari aliran sungai. Ia meminta agar sungai-sungai bersih dari segala macam kotoran.

"Air sumber kehidupan, semua membutuhkan air bersih. Limbah-limbah jangan dibuang ke sungai," ucapnya.

Menariknya, Saidi juga melontarkan sebuah pantun. Bukan pantun cinta, melainkan pesan politik yang tajam.

"Ke Malingping lewat Cikeper, ke Rangkas beli roti. Jadi pemimpin harus pintar, harus bisa berantas korupsi," ujar Saidi sambil tersenyum, mungkin.

Di sisi lain, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menanggapi. Menurutnya, Seba Baduy bukanlah sekadar tradisi tahunan yang rutin dijalani. Lebih dari itu, warga Baduy membawa pesan penting yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama soal kelestarian lingkungan.

"Melalui tradisi Seba Baduy saya bersama ketua panitia kepala dinas pariwisata memahami bahwa Seba Baduy bukan hanya sekedar seremoni tapi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga alam," kata Hasbi.

Ia melanjutkan, "Sehingga pesan yang disampaikan oleh Abah Saidi sebagai perwakilan ataupun ketua adat menyampaikan Gunung jangan dilebur, Lebak jangan dirusak. Artinya kita sama-sama menjaga lingkungan hidup."

Begitulah. Tradisi yang kelihatannya sederhana, tapi isinya bisa bikin kita mikir. Alam dan kejujuran dua hal yang mungkin mulai langka di zaman sekarang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar