Lapas Sleman Geledah Barang Bawaan Pegawai demi Wujudkan Zero Halinar

- Sabtu, 25 April 2026 | 01:00 WIB
Lapas Sleman Geledah Barang Bawaan Pegawai demi Wujudkan Zero Halinar

Penulis: Agung Nugroho


TVRINews, Sleman

Suasana di Lapas Kelas IIB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak berbeda. Bukan karena ada keributan atau tamu istimewa, melainkan karena para pegawai harus antre satu per satu untuk diperiksa barang bawaannya. Mulai dari gawai, dompet, sampai barang-barang kecil lainnya semuanya digeledah. Tidak ada yang luput.

Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari deklarasi yang mereka sebut Zero Halinar. Sebuah program yang katanya mau memberantas tiga hal: handphone ilegal, pungutan liar, dan peredaran narkotika di dalam lapas. Tiga musuh besar yang selama ini jadi momok di lingkungan pemasyarakatan.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Sleman, Lamarta Surbakti, kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Tapi di Sleman, mereka menambahkan sentuhan ekstra: penggeledahan barang bawaan pegawai. “Meningkatkan penggeledahan, mengawasi barang masuk, serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya, Kamis, 24 April 2026.

Sebelum penggeledahan, seluruh petugas lebih dulu mengikuti apel dan deklarasi. Mereka berjanji secara lisan dan tertulis untuk mematuhi aturan. Tanda tangan di papan deklarasi pun dibubuhkan. Ada semacam atmosfer serius yang terasa, kayak sumpah setia gitu, tapi untuk urusan bersih-bersih internal.

Di sisi lain, program ini juga menyasar layanan-layanan yang selama ini rawan pungli. Misalnya pengurusan remisi, pembebasan bersyarat, dan berbagai layanan lain. Ke depan, kata mereka, semua itu harus gratis. Nggak ada lagi biaya tambahan, apalagi suap-menyuap.

Langkah ini memang bagian dari program nasional. Tapi pelaksanaannya di lapangan ya, seperti biasa tergantung komitmen masing-masing. Di Sleman, mereka coba buktikan lewat aksi nyata, bukan cuma seremoni. Apalagi soal atribut petugas yang kadang suka nggak rapi, itu juga ikut ditegakkan.

Menurut sejumlah saksi, penggeledahan berlangsung cukup ketat. Tapi nggak ada yang protes. Mungkin karena semua sadar: ini demi menjaga kepercayaan publik. Atau setidaknya, itu harapannya.

Yang jelas, deklarasi Zero Halinar ini bukan sekadar jargon. Di Sleman, mereka mulai dari hal paling kecil: ngantre, buka tas, dan menunjukkan bahwa nggak ada yang disembunyiin.


Editor: Redaktur TVRINews

Komentar

1000 Karakter tersisa

Kirim

Komentar

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar