Kemandirian Pangan Dimulai dari Gudang Kopdes di Maros

- Selasa, 02 Desember 2025 | 18:20 WIB
Kemandirian Pangan Dimulai dari Gudang Kopdes di Maros

Di bawah terik matahari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah meletakkan batu pertama untuk sebuah proyek yang diharapkannya bakal mengubah ekonomi warga setempat. Acara peletakan batu pertama itu bukan sekadar seremoni belaka. Menurut Farida, ini adalah tonggak penting untuk membangun kemandirian desa.

“Saya pastikan, kegiatan ini sebuah tonggak penting dalam mempercepat penguatan ekonomi masyarakat desa,” tegasnya, Selasa (2/12) lalu.

Fokus utamanya adalah pembangunan gerai dan yang tak kalah vital pergudangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Gudang inilah yang nantinya akan dimaksimalkan untuk menampung berbagai produk unggulan dari desa.

Bayangkan skemanya. Petani bisa menjual gabah mereka langsung ke Kopdes. Di sini, gabah itu akan dikeringkan, digiling, lalu dijual kembali ke masyarakat sekitar.

“Dampaknya, masyarakat bisa menikmati harga beras yang tidak terlalu mahal dan tidak perlu beli dari luar,” papar Farida.

Harapannya jelas: ketahanan pangan di Desa Bontomate’ne ini jadi lebih berdaulat. Mandiri, pada akhirnya.

Farida tak lupa mengapresiasi langkah cepat semua pihak yang terlibat. Ia berharap pembangunan fisik ini juga melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar, membuka rekrutmen baru. Dengan begitu, perekonomian desa bisa berkembang pesat lewat pemanfaatan potensi lokal yang sudah ada.

Lebih dari sekadar tempat transaksi, Kopdes Merah Putih ini dirancang sebagai offtaker penyerap hasil bumi masyarakat. Produk olahan koperasi nantinya akan dikembalikan dan dijual ke warga. Keuntungannya? Akan dibagikan lagi sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun untuk para anggota.

“Nantinya, keuntungan dalam bentuk SHU bisa dibagi lagi di akhir tahun untuk masyarakat sebagai anggota koperasi,” kata Farida.

Baginya, ini adalah ekosistem ekonomi yang ideal. Sebuah komitmen nyata: dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Groundbreaking itu menandai dimulainya pembangunan fasilitas lengkap, mulai dari gerai layanan, ruang usaha, hingga berbagai sarana pendukung. Intinya, tempat ini akan jadi pusat aktivitas ekonomi warga. Farida yakin kehadiran Kopdes bisa membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal, dan mendongkrak pendapatan.

“Kehadiran Kopdes diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa,” ujarnya.

Di sisi lain, program ini memberi ruang lebih besar bagi pemerintah desa. Mereka bisa berperan langsung membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal, menghadirkan layanan yang nyata, dan mendongkrak kesejahteraan hingga lapisan terbawah.

Farida pun mengajak semua stakeholder untuk terus mendorong percepatan, bukan cuma pembangunan fisik, tapi juga operasional koperasinya. Tujuannya agar manfaatnya cepat dirasakan: dari penyediaan kebutuhan harian, penyerapan produk lokal, hingga peningkatan kesejahteraan.

“Agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Acara hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat. Di antaranya Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Deputi Kemenkop Henra Saragih, Bupati Maros Chaidir Syam, serta Wakil Bupati Muetazim Mansyur. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa proyek ini mendapat perhatian serius dari berbagai tingkat pemerintahan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar