“Nantinya, keuntungan dalam bentuk SHU bisa dibagi lagi di akhir tahun untuk masyarakat sebagai anggota koperasi,” kata Farida.
Baginya, ini adalah ekosistem ekonomi yang ideal. Sebuah komitmen nyata: dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.
Groundbreaking itu menandai dimulainya pembangunan fasilitas lengkap, mulai dari gerai layanan, ruang usaha, hingga berbagai sarana pendukung. Intinya, tempat ini akan jadi pusat aktivitas ekonomi warga. Farida yakin kehadiran Kopdes bisa membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal, dan mendongkrak pendapatan.
“Kehadiran Kopdes diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa,” ujarnya.
Di sisi lain, program ini memberi ruang lebih besar bagi pemerintah desa. Mereka bisa berperan langsung membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal, menghadirkan layanan yang nyata, dan mendongkrak kesejahteraan hingga lapisan terbawah.
Farida pun mengajak semua stakeholder untuk terus mendorong percepatan, bukan cuma pembangunan fisik, tapi juga operasional koperasinya. Tujuannya agar manfaatnya cepat dirasakan: dari penyediaan kebutuhan harian, penyerapan produk lokal, hingga peningkatan kesejahteraan.
“Agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Acara hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat. Di antaranya Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Deputi Kemenkop Henra Saragih, Bupati Maros Chaidir Syam, serta Wakil Bupati Muetazim Mansyur. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa proyek ini mendapat perhatian serius dari berbagai tingkat pemerintahan.
Artikel Terkait
Warga Tangkap Penjambret di Parung Usai Aksi Tarik Tas Bikin Korban Oleng
Anggota DPR Janji Bawa Aspirasi Petani dan Nelayan Sidoarjo ke Paripurna
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun