Lewat akun Truth Social-nya, Donald Trump mengeluarkan ancaman keras. Kali ini, sasarannya adalah Iran. Presiden Amerika Serikat itu memperingatkan Teheran agar jangan coba-coba menutup Selat Hormuz.
Jalur laut sempit itu, seperti kita tahu, adalah urat nadi perdagangan minyak global. Trump bilang, kalau Iran nekat menghalangi aliran minyak di sana, konsekuensinya bakal jauh lebih berat.
"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini," tulisnya tegas.
Ancaman itu tak berhenti di situ. Pernyataannya, yang dikutip media seperti Al Jazeera pada Selasa (10/3/2026), terdengar lebih garang dari biasanya.
"Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara -- Kematian, Api, dan Amarah akan menimpa mereka -- Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak akan terjadi!"
Menariknya, di tengah nada mengancam itu, Trump membingkai ulahnya sebagai bentuk perlindungan. Dia menyebut langkahnya ini sebagai upaya menjaga pasar energi dunia, yang katanya adalah "hadiah dari Amerika Serikat kepada China, dan semua negara yang banyak menggunakan Selat Hormuz".
"Semoga, ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai," tambahnya. Sebuah harapan yang terdengar paradoks, mengingat kata-kata sebelumnya dipenuhi gambaran kehancuran.
Jadi, begitulah. Peringatan sudah disampaikan. Sekarang, semua mata tertuju pada respons Iran selanjutnya. Selat Hormuz sekali lagi jadi titik panas yang menentukan.
Artikel Terkait
Remaja 13 Tahun di Cimahi Alami Lengan Tertancap Pagar Besi saat Kejar Layangan
Polisi Kenya Tembak Demonstran Tolak Pusat Karantina Ebola AS di Nanyuki, Satu Tewas
Polri Salurkan 550 Paket Bansos ke Pengemudi Ojol dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80
Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Target Bali 100 Persen Pemilahan Sampah