Logikanya sederhana. Semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, upaya menekan volume sampah dan menjaga kebersihan sungai akan semakin kuat. Di kota yang dijuluki Seribu Sungai ini, hal itu bukan pilihan, melainkan keharusan.
Di sisi lain, pihak ormas menyambut baik gagasan ini. Muhammad Sadiq, Ketua Al Irsyad Al Islamiyah Cabang Banjarmasin, mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka ruang kerja sama.
“Kami sangat mendukung apa yang diinginkan Wali Kota. Soal kebersihan dan penanganan sampah, kita pernah alami kondisi sampah yang membludak. Namun seiring waktu dan gerakan yang dilakukan, alhamdulillah persoalan itu perlahan mulai teratasi,” jelas Sadiq.
Bagi Sadiq, potensi ormas untuk mendukung pembangunan daerah sangat besar. Keterlibatan mereka bisa menjadi pengungkit yang memperkuat program pemerintah, khususnya dalam hal yang menyentuh langsung kehidupan warga seperti sampah dan banjir.
Melalui acara buka puasa bersama seperti ini, harapannya jelas: menghimpun energi dan potensi masyarakat. Dari situ, diharapkan lahir gerakan kolektif yang lebih solid untuk membangun Banjarmasin ke depan. Tantangannya nyata, tapi semangat untuk berkolaborasi tampaknya mulai menguat.
Artikel Terkait
Menteri PU Dukung Penyelidikan Proyek Cipta Karya di Sumut dan DKI
DPR Desak Penanganan Terpadu Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN yang Rugikan 44 Ribu Korban
Chief Officer Kapal Divonis Seumur Hidup atas Kasus 1,9 Ton Sabu
BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Antisipasi Dampak Bibit Siklon