MURIANETWORK.COM - Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili akan segera tiba, tepatnya pada 17 Februari 2026. Momen budaya yang dirayakan masyarakat Tionghoa ini bukan hanya sekadar pergantian tahun, tetapi juga perayaan yang sarat makna filosofis dan warna khas. Dominasi warna merah dalam setiap aspek perayaan, misalnya, memiliki akar sejarah dan kepercayaan yang dalam, jauh melampaui sekadar estetika.
Merah: Lebih Dari Sekadar Warna Keberuntungan
Nuansa merah memang tak terpisahkan dari Imlek. Dari lentera, amplop angpao, hingga pakaian, warna ini seolah menjadi bahasa visual utama perayaan. Banyak yang memahami merah sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Keyakinan ini telah mengakar kuat dalam budaya Tionghoa selama berabad-abad.
Namun, maknanya ternyata lebih kompleks. Dalam kepercayaan tradisional, merah adalah salah satu dari tiga warna pembawa hoki, bersama kuning dan hijau. Klasifikasi ini berlandaskan pada Teori Lima Elemen (Wu Xing) dalam filsafat Tiongkok kuno.
Filosofi Warna dalam Lima Elemen
Setiap warna dalam kerangka ini merepresentasikan elemen dan sifat tertentu. Merah identik dengan elemen api yang membawa energi, semangat, dan transformasi. Kuning melambangkan bumi, simbol stabilitas dan kesuburan. Sementara hijau atau biru mewakili elemen kayu yang berarti pertumbuhan dan kelahiran baru. Dua warna lain, putih untuk logam dan hitam untuk air, melengkapi siklus keseimbangan alam ini.
Lebih dari itu, merah juga dianggap sebagai warna tradisional etnis Han. Bagi kelompok etnis terbesar di Tiongkok ini, merah adalah manifestasi nyata dari vitalitas, kegembiraan kolektif, dan harapan akan masa depan yang cerah.
Menyambut Energi Shio Kuda Api 2026
Tahun 2026 dalam kalender Imlek menandai dimulainya periode Shio Kuda Api. Setelah tahun sebelumnya yang cenderung reflektif, energi Kuda Api diyakini membawa angin perubahan yang lebih dinamis dan penuh semangat.
Shio ini sering dikaitkan dengan keberanian, gerak cepat, dan inisiatif. Tahun ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk bertindak nyata, mengambil peluang dengan cekatan, dan beradaptasi dalam perubahan. Secara simbolis, ini adalah periode peralihan menuju fase yang lebih aktif dan progresif dalam perjalanan hidup.
Kemeriahan Imlek 2026 di Ibu Kota
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah agenda untuk merayakan Spring Festival tahun ini. Berbagai lokasi strategis di ibu kota akan dihidupkan dengan beragam acara budaya.
Kawasan SCBD dan jalan protokol akan dihiasi Festival Lampion yang memadukan tradisi dengan modernitas gedung pencakar langit. Sementara itu, jalan utama Sudirman-Thamrin akan menjadi panggung bagi atraksi Barongsai yang energik, terutama saat Car Free Day atau pada jam-jam tertentu.
Lapangan Banteng ditetapkan sebagai lokasi acara puncak perayaan. Sedangkan kawasan Pecinan Glodok, dengan atmosfernya yang khas, tetap menjadi jantung perayaan, terutama untuk rangkaian penutup Imlek.
Tanggal Penting untuk Dicatat
Masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan ini dapat menandai dua tanggal kunci. Gelaran puncak perayaan Imlek akan diselenggarakan pada 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng.
Rangkaian perayaan kemudian akan ditutup dengan meriah pada Cap Go Meh, yang jatuh pada 3 Maret 2026, dengan konsentrasi kegiatan di kawasan Glodok.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna warna dan shio tahun ini, perayaan Imlek 2026 bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sebuah penyelarasan dengan nilai-nilai budaya dan harapan baru.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Hadapi Arema FC di SUGBK, Perburuan Poin untuk Kejar Puncak Klasemen
Menteri PUPR: Kepuasan Publik ke Presiden 79,9%, Didorong Penegakan Hukum
Pemilu Thailand 2026: Rakyat Tentukan Arah Baru di Tengah Tantangan Ekonomi dan Geopolitik
Kementan Perkuat Antisipasi Penyakit Hewan Jelang Ramadan dan Idulfitri