Gelombang kekerasan terus berlanjut. Antara 3 hingga 5 Maret, giliran empat kapal lain yang merasakan dampaknya: Libra Trader, Gold Oak, Safeen Prestige, dan Sonangol Namibe.
Tragedi terburuk mungkin terjadi pada 6 Maret. Kapal Mussafah 2 diserang dan sedikitnya empat nyawa melayang dalam insiden itu.
Namun begitu, ada sedikit perbedaan data soal korban Mussafah 2. Pihak Indonesia, pada Minggu (8/3), mengonfirmasi kapal dengan karakteristik serupa telah tenggelam. Mereka melaporkan tiga WNI hilang, satu luka-luka, dan empat awak negara lain selamat.
Di sisi lain, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, tampaknya lebih berhati-hati. Mereka telah mengeluarkan sepuluh peringatan, baik soal serangan maupun aktivitas mencurigakan. Sayangnya, rincian detail tentang kapal-kapal yang terlibat sangat minim. Situasinya masih gelap, dan ketegangan di perairan sempit itu sepertinya belum akan mereda.
Artikel Terkait
Dua Warga Selamat, Satu Korban Tewas Ditemukan dalam Pencarian di TPST Bantargebang
Pemuda Terluka Parah Usai Motor Terperosok Lubang Tersamar Genangan di MT Haryono
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru Hasil Rehabilitasi Pasca Bencana
Presiden Prabowo Janjikan Beasiswa ke Siswi Nias Usai Viral Video Bahaya ke Sekolah