Sejak akhir Februari lalu, suasana di Selat Hormuz berubah drastis. Iran memblokade jalur air vital itu, sebuah langkah balasan atas serangan gabungan AS dan Israel. Imbasnya langsung terasa: lalu lintas kapal nyaris berhenti total. Dan yang lebih mencemaskan, serangan terhadap kapal-kapal yang masih berani melintas mulai terjadi.
Menurut catatan, sudah sekitar 10 kapal yang jadi sasaran, baik yang ada di dalam maupun di sekitar selat itu. Serangan-serangan ini praktis membuat arteri utama pengiriman minyak dan komoditas lainnya itu macet total.
Laporan dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Jumat (7/3) memberikan gambaran suram. Dalam rentang seminggu saja, tercatat sembilan serangan. Empat di antaranya berakibat fatal, merenggut nyawa sedikitnya tujuh orang pelaut.
Tanggal 2 Maret jadi hari yang kelam. Tiga kapal Skylight, MKD Vyom, dan Stena Imperative diserang. Masing-masing kehilangan setidaknya satu awak. Kapal Hercules Star juga tak luput dari serangan di hari yang sama.
Artikel Terkait
Dua Warga Selamat, Satu Korban Tewas Ditemukan dalam Pencarian di TPST Bantargebang
Pemuda Terluka Parah Usai Motor Terperosok Lubang Tersamar Genangan di MT Haryono
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru Hasil Rehabilitasi Pasca Bencana
Presiden Prabowo Janjikan Beasiswa ke Siswi Nias Usai Viral Video Bahaya ke Sekolah