Peluang bermain di luar negeri kembali terbuka lebar untuk Atin Rizky, kiper andalan Timnas Wanita Indonesia. Kontraknya bersama New Radiant Sports Club di Liga Maladewa Wanita baru saja berakhir Desember lalu. Kini, ada tiga tawaran dari negara berbeda yang sedang ia pertimbangkan.
"Alhamdulillah sih aku banyak tawaran untuk abroad juga. Ada tiga negara yang sudah kontak aku untuk abroad,"
ungkap Atin saat ditemui di Lapangan Sangego, Tangerang, Minggu lalu.
Namun begitu, ia tak mau gegabah. Atin memastikan dirinya sedang menimbang-nimbang setiap opsi dengan sangat hati-hati. Baginya, ini soal masa depan.
"Makanya aku lagi lihat waktu luangnya, terus dari segi fasilitas, dari segi jangka panjangnya itu lebih oke yang mana. Jadi lagi aku pikirin untuk aku abroad ke mana,"
tambahnya.
Malaysia disebut-sebut sebagai salah satu destinasi potensial. Kunjungannya ke Negeri Jiran beberapa waktu lalu ternyata bukan sekadar kunjungan biasa. Ada pembicaraan serius di baliknya.
"Contohnya kayak kemarin aku ke Malaysia itu salah satunya aku juga omongin untuk main liga di sana. Kurang lebih aku ya 3-4 bulan di sana, tapi masih aku koordinasi lagi gimana-gimananya,"
jelas Atin.
Yang menarik, kunjungan itu malah membawanya ke peran yang tak terduga. Awalnya cuma berniat liburan, Atin justru mendapat tawaran untuk membantu klub KL Rangers. Mereka sebenarnya ingin merekrutnya sebagai pemain, tapi waktu itu kontraknya di Maladewa masih berlaku.
"Nah, setelah itu, itu kan mau perebutan poin kelimalah, ternyata nggak ada pelatih kipernya. Ditanyalah sama pelatih dan manajer aku, minta bantuan. Karena memang sudah basic, aku bilang bisa. Akhirnya aku ke sana jadi pelatih, bukan jadi pemain,"
ceritanya tentang pengalaman singkat menjadi asisten pelatih kiper.
Meski sempat merasakan dunia kepelatihan, fokus utama Atin saat ini jelas masih di antara tiang gawang. Ia merasa performanya masih bagus dan keinginan untuk berlaga sebagai atlet masih sangat besar. Tapi, ia juga sudah mulai memandang jauh ke depan.
"Kalau untuk sekarang sih aku ngerasa performa aku masih oke, aku masih pengin jadi atlet. Tapi aku sudah mikirin pengen ambil lisensi pelatih kiper,"
aku Atin.
Ia punya harapan khusus. Ke depannya, ia ingin bisa melatih kiper-kiper perempuan sebuah peran yang masih sangat langka di tanah air.
"Jadi insyaallah ke depannya aku pikirin matang-matang, karena memang sudah ada planning juga pengin ambil kursus pelatih kiper,"
tutupnya, menandakan bahwa pikirannya sudah menjangkau jauh melampaui karir bermainnya.
Artikel Terkait
OpenAI Siapkan Dana Lebih dari US$20 Miliar untuk Amankan Akses Chip Cerebras
Gejolak Selat Hormuz Picu Waktu Kirim Bahan Baku Plastik Melonjak hingga 50 Hari
Bandara Changi Catat Rekor Penumpang Meski Penerbangan Timur Tengah Anjlok
VIVA Apotek Akuisisi Penuh Farmaku, Perkuat Jaringan Ritel Farmasi