Putra Khamenei, Mojtaba, Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru

- Senin, 09 Maret 2026 | 09:30 WIB
Putra Khamenei, Mojtaba, Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru

Sebenarnya, naiknya Mojtaba bukanlah fenomena yang tiba-tiba. Selama ini, di bawah bayang-bayang sang ayah, dia diam-diam mengumpulkan kekuasaan. Dia dikenal dekat dengan pasukan keamanan dan kerajaan bisnis besar yang mereka kendalikan. Posisinya sebagai "penjaga gerbang" ayahnya memberinya akses dan pengaruh yang luas di balik layar.

Dan hubungannya dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) sangatlah erat. Ini memberinya pengaruh tambahan yang merasuk ke seluruh aparatur politik dan keamanan negara. Bagi para reformis yang pernah berharap membuka hubungan dengan Barat, khususnya dalam isu nuklir, Mojtaba jelas bukan sekutu. Dia dikenal sebagai penentang garis keras mereka.

Kini, kekuasaan tertinggi ada di tangannya. Pemimpin tertinggi Iran memegang hak veto final atas segala urusan negara, dari kebijakan luar negeri hingga program nuklir yang selalu jadi bahan perdebatan dengan Barat. Iran bersikeras programnya hanya untuk sipil, sementara kekuatan Barat terus waspada.

Di sisi lain, tantangan dari dalam negeri mungkin lebih langsung terasa. Mojtaba harus berhadapan dengan warga yang, meski kerap ditindas secara brutal, terus menunjukkan gelora untuk kebebasan yang lebih besar. Unjuk rasa massal bukanlah hal yang mustahil.

Jalannya ke depan dipenuhi oleh warisan ayahnya, tekanan internasional, dan tuntutan rakyatnya sendiri. Mampukah dia mengelola semuanya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar