Untuk makanan, bawa bekal dari rumah aja kalau bisa. Makanan yang lembut dan gampang dicerna, seperti bubur atau nasi tim. Makanan pinggir jalan yang pedas dan bersantan sebaiknya dihindari dulu selama di perjalanan.
Oh ya, jangan dipaksakan ngebut terus di jalan. Duduk diam berjam-jam itu berisiko. Kalau bawa mobil, rencanakan untuk berhenti tiap 1,5 atau 2 jam sekali. Cari tempat istirahat yang bersih, ajak mereka jalan-jalan santai sebentar. Gerakan sederhana ini penting banget buat melancarkan darah dan menghilangkan pegal.
Terakhir, perhatikan kenyamanan mereka secara menyeluruh. Lansia itu sensitif sama suhu. AC mobil yang terlalu dingin bisa bikin mereka kedinginan, sementara udara panas bikin lemas. Siapkan jaket, selimut tipis, atau kaus kaki ekstra.
Namun begitu, yang nggak kalah penting adalah kondisi psikologisnya. Macet berjam-jam bisa bikin siapa pun stres, apalagi orang tua. Coba ajak ngobrol tentang kenangan dulu, putarkan lagu-lagu lawas favorit mereka. Suasana hati yang tenang dan gembira adalah modal besar buat ketahanan tubuh mereka.
Memang, mudik bareng lansia butuh persiapan ekstra dan kesabaran lebih. Tapi, percayalah, senyum lega dan bahagia di wajah mereka saat akhirnya tiba di rumah nenek, bertemu sanak saudara, itu semua worth it. Perjalanan yang mungkin lebih lambat, tapi justru lebih bermakna.
Selamat mudik, dan semoga perjalanan kalian lancar serta penuh berkah menyambung silaturahmi.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar
Gubernur Kalsel Soroti Relevansi Falsafah Waja Sampai Kaputing untuk Bangun Karakter Bangsa
Satgas Jembatan Laporkan 218 Jembatan Selesai, Target 7.000 Awal Tahun Depan
Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Siapkan Panic Button untuk Lindungi Ojol