Namun begitu, Hizbullah tak tinggal diam. Kelompok itu mengeluarkan sederet pernyataan yang mengklaim sejumlah serangan balasan.
Mereka mengatakan telah menembakkan rentetan roket ke pangkalan Misgav, yang disebut sebagai fasilitas logistik penting. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas serangan Israel ke puluhan wilayah di Lebanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
Tak hanya itu, dalam pernyataan terpisah, Hizbullah menyebut meluncurkan "rudal canggih" ke pangkalan angkatan laut Haifa. Sebelumnya, mereka juga mengklaim menyerang target yang sama. Bahkan, kota Nahariya di utara Israel disebut menjadi sasaran dua serangan drone, yang digambarkan sebagai bagian dari peringatan yang telah mereka keluarkan.
Bentrokan ini jelas telah memakan korban yang tidak sedikit. Sejak eskalasi pekan lalu, sekitar 200 anggota Hizbullah dan kelompok sekutunya dilaporkan tewas. Angka ini menurut klaim IDF, yang menyebut telah melancarkan lebih dari 600 serangan dengan menggunakan lebih dari 820 bom. Dari jumlah korban tewas itu, IDF menyebut termasuk 80 anggota pasukan elit Radwan dan 70 anggota artileri, plus sejumlah komandan tinggi.
Di lain pihak, data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat angka yang lebih besar dan mengerikan. Menurut mereka, serangan Israel dalam seminggu terakhir telah menewaskan 394 orang. Perang per angka ini semakin menunjukkan betapa panasnya situasi di perbatasan itu, dan sejauh ini belum ada tanda-tanda akan mereda.
Artikel Terkait
Menteri Ara Soroti Peran Kunci Seskab Teddy dalam Proyek Rusun Meikarta
Polres Lingga Buka Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
Gubernur DKI Dukung Aturan Batasi Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
BPK Ungkap Kendala Audit Kasus LNG Akibat Ketidakkooperatifan Perusahaan AS