Rabu lalu, di lepas pantai Sri Lanka, sebuah insiden militer mengguncang perairan yang tenang. Kapal perang Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam setelah terkena torpedo dari kapal selam Amerika Serikat. Kejadian ini langsung memicu operasi penyelamatan besar-besaran.
Dari kejadian itu, 22 awak kapal berhasil diselamatkan. Mereka sempat dirawat di Rumah Sakit Karapitiya di Galle, kota pelabuhan di selatan. Kini, menurut pihak rumah sakit, mereka sudah dipulangkan dan dibawa ke sebuah resor pantai di distrik yang sama untuk pemulihan lebih lanjut.
Namun begitu, kabar buruk datang dari petugas medis di lokasi.
"Sepuluh orang lainnya masih menjalani perawatan," ujarnya, Minggu kemarin.
Kondisi mereka belum dipastikan, sementara situasi secara keseluruhan terasa makin suram. Pencarian korban oleh angkatan laut Sri Lanka sendiri telah dihentikan. Padahal, menurut perkiraan resmi, lebih dari 60 orang masih dinyatakan hilang. Angka yang sungguh memilukan.
Di sisi lain, ada perkembangan lain yang tak kalah rumit. Pihak Sri Lanka harus berurusan dengan jenazah 84 warga Iran yang telah berhasil ditemukan dari Samudra Hindia. Semua jenazah itu kini masih berada di rumah sakit yang sama.
Artikel Terkait
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Korban Tertimbun Diduga Masih Ada
PSSI Kecam Penganiayaan Wasit dan Jurnalis Usai Laga Malut United vs PSM
Polisi Ciawi Amankan Pikap Curian lewat Penyamaran Jadi Calon Pembeli
Dolar AS Menguat sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Minyak dan Bursa