Gambarannya sungguh memprihatinkan. RSUD Aceh Tamiang, beberapa hari lalu, masih terendam lumpur coklat pekat pasca diterjang banjir dan longsor. Aksesnya pun terhalang, dipenuhi kendaraan-kendaraan yang terseret arus hingga harus digotong untuk dibuka jalan. Tapi lihatlah sekarang. Berkat kerja keras tanpa lelah ratusan personel TNI AD sejak pekan lalu, rumah sakit itu perlahan kembali menunjukkan wujudnya.
Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, menggambarkan betapa beratnya medan yang dihadapi. Saat tim tiba, Sabtu lalu, lumpur setebal 40 cm sudah mengeras menyelimuti hampir seluruh area. Barang-barang di dalamnya berantakan, rusak parah diterjang air bah.
Namun begitu, para prajurit tak menyerah. Mereka bergerak cepat, mengeruk air dan lumpur dengan berbagai alat. Suara mesin dan semprotan air bersih dari selang panjang memecah kesunyian. Perlahan tapi pasti, lantai dan dinding yang tadinya tak terlihat mulai bersih. Keramik putih khas rumah sakit pun muncul kembali, berkilau seperti sedia kala. Bahkan tirai dan kipas angin mulai dipasang lagi, menandai kembalinya kehidupan ke gedung yang sempat lumpuh itu.
Perkembangan signifikan ini langsung mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan. Pada Senin (8/12/2025), mereka melaporkan kemajuan yang cukup menggembirakan.
demikian bunyi laporan resmi mereka. Memang, seluruh ruang utama sudah disterilkan. Lantai dan dinding dibersihkan total, sementara peralatan medis berhasil diselamatkan.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan
Keluarga Ungkap Anggi, Cucu Mpok Nori, Alami Tiga Kali Keguguran Sebelum Tewas
ASDP Catat Lonjakan Penumpang Hingga 5,4% di Arus Mudik Lebaran 2026