Dari Kubangan Lumpur, RSUD Aceh Tamiang Bangkit Kembali

- Selasa, 09 Desember 2025 | 21:00 WIB
Dari Kubangan Lumpur, RSUD Aceh Tamiang Bangkit Kembali

Gambarannya sungguh memprihatinkan. RSUD Aceh Tamiang, beberapa hari lalu, masih terendam lumpur coklat pekat pasca diterjang banjir dan longsor. Aksesnya pun terhalang, dipenuhi kendaraan-kendaraan yang terseret arus hingga harus digotong untuk dibuka jalan. Tapi lihatlah sekarang. Berkat kerja keras tanpa lelah ratusan personel TNI AD sejak pekan lalu, rumah sakit itu perlahan kembali menunjukkan wujudnya.

Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, menggambarkan betapa beratnya medan yang dihadapi. Saat tim tiba, Sabtu lalu, lumpur setebal 40 cm sudah mengeras menyelimuti hampir seluruh area. Barang-barang di dalamnya berantakan, rusak parah diterjang air bah.

Namun begitu, para prajurit tak menyerah. Mereka bergerak cepat, mengeruk air dan lumpur dengan berbagai alat. Suara mesin dan semprotan air bersih dari selang panjang memecah kesunyian. Perlahan tapi pasti, lantai dan dinding yang tadinya tak terlihat mulai bersih. Keramik putih khas rumah sakit pun muncul kembali, berkilau seperti sedia kala. Bahkan tirai dan kipas angin mulai dipasang lagi, menandai kembalinya kehidupan ke gedung yang sempat lumpuh itu.

Perkembangan signifikan ini langsung mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan. Pada Senin (8/12/2025), mereka melaporkan kemajuan yang cukup menggembirakan.

“Farmasi, IGD, dan koridor kembali rapi dan aman digunakan,”

demikian bunyi laporan resmi mereka. Memang, seluruh ruang utama sudah disterilkan. Lantai dan dinding dibersihkan total, sementara peralatan medis berhasil diselamatkan.

Pembersihan ini bukan cuma mengandalkan tenaga TNI. Dukungan datang dari berbagai elemen, termasuk dunia pendidikan kesehatan. Mahasiswa Poltekkes Medan, misalnya, dikerahkan khusus untuk menangani ruang operasi. Tugas mereka krusial: memastikan sterilitas ruangan terjaga sempurna sebelum digunakan untuk tindakan medis lagi.

Di sisi lain, kesiapan alat-alat kesehatan juga jadi perhatian utama. Tim ahli dari BPFK Medan turun langsung, mengecek peralatan satu per satu. Tujuannya jelas: memastikan alat yang kena banjir masih bisa dipakai dengan aman, atau kalau tidak, segera diidentifikasi untuk diperbaiki bahkan diganti.

Bersamaan dengan itu, tim medis dan teknis dari RSUP H Adam Malik Medan sudah berada di lokasi. Fokus mereka sekarang adalah mempersiapkan pembukaan kembali IGD dalam waktu dekat.

“Layanan IGD siap kembali berjalan. Sebagian pasien dialihkan sementara selama proses pemulihan,”

tambah Kemenkes.

Jadi, dari kondisi porak-poranda penuh lumpur, RSUD Aceh Tamiang kini bangkit. Prosesnya mungkin masih panjang, tapi langkah pertama membersihkan dan memfungsikan ruang-ruang vital telah berhasil dilalui. Semua berkat gotong royong yang tak kenal lelah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar