Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Puluhan Masih Hilang

- Minggu, 08 Maret 2026 | 15:10 WIB
Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Puluhan Masih Hilang

Menanggapi berbagai spekulasi, pemerintah Sri Lanka bersikukuh dengan posisinya. Mereka membantah keras klaim bahwa Colombo berada di bawah tekanan Washington untuk menghentikan proses kepulangan warga Iran. Otoritas setempat menegaskan bahwa semua tindakan akan berpedoman pada hukum internasional dan undang-undang domestik mereka sendiri, tanpa intervensi.

"Para korban selamat dari kapal Dena ditangani sesuai dengan hukum humaniter internasional," tegas pernyataan resmi mereka.

Bahkan, untuk memastikan semuanya berjalan benar, pemerintah telah menghubungi Komite Palang Merah Internasional guna meminta bantuan dan pendampingan.

Kisahnya ternyata tidak berhenti di situ. Pulau itu juga menjadi tempat perlindungan bagi 219 pelaut Iran lainnya. Mereka berasal dari kapal kedua, IRIS Bushehr, yang diizinkan masuk ke perairan Sri Lanka tak lama setelah insiden tenggelamnya Dena.

Kini, awak kapal Bushehr itu telah dipindahkan ke kamp Angkatan Laut Sri Lanka di Welisara, sebelah utara Kolombo. Kapal mereka sendiri sudah diambil alih oleh angkatan laut setempat.

Rencananya, Bushehr akan dibawa ke pelabuhan Trincomalee di timur laut. Tapi rencana itu tak semudah membalik telapak tangan. Kerusakan mesin, ditambah segudang masalah teknis dan administratif, membuat pemindahan itu tertunda. Masih harus dilihat bagaimana kelanjutannya.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar