“Komitmen kami sudah bulat. Hujan bukan halangan. Semua warga Bali di sini sudah janji untuk datang, merayakan bersama,” ujarnya dengan mata berbinar.
Nuansa kebersamaan itu makin terasa dengan kehadiran dua pemimpin ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wagub Rano Karno, turut hadir dengan mengenakan pakaian adat Bali. Mereka tak cuma berdiri di pinggir. Keduanya ikut berjalan kaki, menunggu dan menyambut iring-iringan ogoh-ogoh di sekitar Bundaran HI.
Menurut Pramono, acara semacam ini punya makna yang dalam. Ini bukan sekadar pawai. Lebih dari itu, ini adalah cara untuk merawat dan menjaga kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam. Sebuah upaya nyata agar tradisi tetap hidup, bahkan di tengah gemerlap metropolitan.
Festival itu akhirnya berjalan sukses. Hujan reda, meninggalkan kesan mendalam: bahwa semangat kebudayaan dan kebersamaan bisa mengalahkan cuaca sekalipun.
Artikel Terkait
Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Puluhan Masih Hilang
Polri Gandeng Himbara Buka Akses KUR untuk Petani Putus Rantai Tengkulak
Pohon Raksasa Tumbang di Jagakarsa, Satu Pengendara Motor Tewas
DPR Soroti Anggaran Rp 18,9 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumbar