AS Kerahkan Pengebom B-1 Lancer ke Inggris, Siaga Ancaman Rudal Iran

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:45 WIB
AS Kerahkan Pengebom B-1 Lancer ke Inggris, Siaga Ancaman Rudal Iran

Gloucestershire, Inggris Langit di atas pangkalan RAF Fairford kembali ramai. Kali ini, bukan pesawat biasa yang mendarat, melainkan raksasa baja bersayap ayun: pesawat pengebom strategis B-1 Lancer milik Amerika Serikat. Ia tiba Jumat lalu, 6 Maret 2026, membawa muatan pesan yang jauh lebih berat dari sekadar persenjataannya.

Kedatangannya menandai babak baru dalam kerja sama pertahanan antara AS dan Inggris. Semuanya terjadi di tengah situasi Timur Tengah yang terus memanas, di mana ancaman rudal dari Iran menjadi perhatian utama.

B-1 Lancer, dijuluki "The Bone", bukanlah pendatang baru. Pesawat ini punya rekam jejak di Suriah, Libya, dan Irak. Kemampuannya mengangkut 34 ton senjata membuatnya jadi tulang punggung serangan jarak jauh. (Foto: BBC News)

Mengutip data dari Boeing, B-1 ini adalah pengebom tercepat yang dimiliki Angkatan Udara AS. Kecepatannya bisa menyentuh lebih dari 1.448 km per jam. Bayangkan, sebuah badan pesawat seberat 86 ton melesat dengan kecepatan itu, siap membawa 24 rudal jelajah dan dilengkapi sistem radar serta pengacak sinyal musuh. Ia memang dirancang untuk menembus pertahanan yang paling ketat sekalipun.

Pilihan pangkalan RAF Fairford sendiri cukup strategis. Lokasinya di perbatasan Gloucestershire dan Wiltshire sudah lama jadi titik pijak bagi misi-misi pengeboman jarak jauh AS. Tapi kali ini, izin yang diberikan London punya catatan khusus.

Izin dengan Sederet Syarat

Kehadiran "The Bone" ini tak lepas dari lampu hijau Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer. Namun begitu, pemerintahnya bersikeras bahwa izin yang diberikan sangat terbatas sifatnya.

Seorang juru bicara resmi dari Downing Street menegaskan hal itu kepada para wartawan.

"Kami sudah menyampaikan dengan jelas. Izin penggunaan pangkalan ini bersifat terbatas, spesifik, dan murni defensif. Tujuannya untuk melindungi nyawa warga Inggris, kepentingan nasional, dan sekutu kami di kawasan," ujarnya pada Jumat pagi.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar