Artinya, mayoritas pasokan kita berasal dari negara-negara yang relatif lebih stabil. Ini jadi poin penting yang sering terlupakan di tengah kepanikan.
Di sisi lain, Eddy menyadari imbauan saja tidak cukup. Ia menyebut akan segera berkoordinasi dengan jajaran direksi Pertamina Patra Niaga. Tujuannya, untuk membuat langkah konkret menenangkan publik, khususnya di daerah-daerah yang mengalami “rush” atau pembelian berlebihan seperti di Aceh.
Memang, sebelumnya telah beredar video antrean panjang di Aceh Tengah dan lima SPBU di Kota Banda Aceh. Tak cuma di SPBU, pedagang eceran pun diborong. Roda dua, roda empat, plus jeriken-jeriken berjejalan. Sampai-sampai arus lalu lintas sekitar pun ikut macet.
Nuansa kepanikan itu yang ingin dicegah agar tidak meluas. Eddy berharap, dengan penjelasan yang transparan dan tindakan cepat dari pihak terkait, situasi bisa segera kembali normal. Masyarakat pun diharapkan bisa lebih bijak dan tidak terbawa arus informasi yang belum tentu kebenarannya.
Artikel Terkait
Intelijen AS: Rusia Diduga Beri Data Sensitif ke Iran untuk Incar Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan Aturan Penyeberangan Khusus untuk Mudik Lebaran 2026
Andre Rosiade Bagikan 500 Paket Sembako ke Warga Jati Jelang Ramadan
Prancis Perkuat Armada di Mediterania dan Teluk Amid Ketegangan Timur Tengah