Siang itu, Kamis 5 Maret 2026, halaman Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta Pusat tampak sedikit berbeda. PLN dan Kemendag baru saja meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di sana. Kehadiran fasilitas ini bukan cuma untuk pegawai, lho. Masyarakat umum juga dipersilakan mengisi daya kendaraan listrik mereka di lokasi tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso langsung angkat bicara. Menurutnya, SPKLU ini hadir menjawab kebutuhan yang nyata. "Berdasarkan hitungan kami, sudah sekitar 15% pegawai di sini pakai kendaraan listrik," ujarnya. Angka itu jelas butuh diimbangi dengan ketersediaan colokan.
"Harapan kita, semakin banyak SPKLU akan semakin banyak orang yang menggunakan mobil listrik karena kemudahannya," lanjut Budi.
Ia bahkan menyentuh soal mudik. "Sekarang sudah tidak perlu ragu lagi, bahkan untuk kebutuhan mudik pun infrastrukturnya sudah semakin memadai."
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang hadir dalam kesempatan itu melihat ini sebagai langkah strategis. Baginya, pembangunan SPKLU adalah bagian dari akselerasi transisi energi di sektor transportasi. Beralih ke listrik, kata Darmawan, bukan cuma urusan lingkungan. Ini soal efisiensi biaya yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Studi Ungkap Dampak Ekonomi Ramadan: Harga Pangan Naik, Produksi Industri Turun
BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi
BRIN Temukan Mikroplastik di Kedalaman 2.450 Meter di Jalur Arus Lintas Indonesia
HNW: Ramadan Momentum Perkuat Iman, Ilmu, dan Amal untuk Keunggulan Umat