Tahun 2025 ternyata tidak mudah bagi industri pembiayaan. Daya beli masyarakat yang tertekan, pola konsumsi yang berubah-ubah, dan suasana hati yang lebih berhati-hati membuat banyak perusahaan harus berpikir ulang soal strategi. Namun di tengah kerumitan itu, ada yang tetap bisa menunjukkan ketangguhan.
PT BFI Finance Indonesia Tbk, misalnya. Perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan Rp6,7 triliun sepanjang tahun lalu. Angka itu naik sekitar 6,5% dibandingkan realisasi di tahun 2024. Sebuah pencapaian yang cukup solid di tengah iklim ekonomi yang dinamis.
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, mengungkapkan kunci dari ketahanan itu. Menurutnya, perusahaan sengaja fokus memperkuat kualitas portofolio dan menjaga operasional agar tetap lincah merespon pasar.
Modal yang kuat, likuiditas yang cukup, dan disiplin dalam mengelola risiko disebutkannya sebagai fondasi utama. Prinsip itulah yang dipegang untuk menjaga stabilitas.
Dari sisi neraca, total aset BFI Finance membengkak jadi Rp25,5 triliun di akhir 2025. Kenaikan tipis, sekitar 1,4% dari tahun sebelumnya. Pendorong utamanya adalah piutang yang dikelola (managed receivables), yang melonjak 8,9% menjadi Rp26,3 triliun.
Soal penyaluran dana, mereka juga tak main-main. Pembiayaan baru yang berhasil dibukukan mencapai Rp21,9 triliun, tumbuh 9,3% dari tahun 2024. Yang menarik, portofolionya masih bertumpu pada segmen produktif. Pembiayaan modal kerja mendominasi dengan porsi 57,3% dari total piutang, disusul investasi di 17,6%.
Artikel Terkait
Herdman Hadapi Kekosongan Skuad, Buka Peluang Pemain Muda di FIFA Series
Serangan Udara Guncang Teheran, Iran Balas ke Tel Aviv
Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf Alquran ke Dewan Masjid Indonesia
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel