BFI Finance Catat Pendapatan Rp6,7 Triliun di Tengah Tantangan Industri 2025

- Jumat, 06 Maret 2026 | 22:30 WIB
BFI Finance Catat Pendapatan Rp6,7 Triliun di Tengah Tantangan Industri 2025

Untuk pembiayaan multiguna, kontribusinya sekitar 22%. Sementara itu, pembiayaan syariah masih terus dikembangkan dan menyumbang 3,1% dari total portofolio.

Lalu, bagaimana dengan profitabilitas? Laba bersih perusahaan menyentuh Rp1,581 triliun, tumbuh sekitar 1%. Mungkin tidak spektakuler, tapi yang patut dicatat adalah kemampuan mereka menjaga kualitas aset. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) mereka jauh lebih baik ketimbang rata-rata industri.

Per Desember 2025, NPF bruto BFI cuma 1,39%, sementara netonya 0,22%. Bandingkan dengan angka dari OJK yang menunjukkan rata-rata industri di 2,51% (bruto) dan 0,77% (neto). Beberapa rasio kunci lain juga terlihat sehat: ROA 7,9%, ROE 14,8%, dan gearing ratio 1,3 kali.

Di tengah semua upaya menjaga kinerja, mereka tak lupa pada pemegang saham. Sepanjang 2025, dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2024 mencapai Rp902 miliar. Belum lagi dividen interim untuk tahun buku 2025, sebesar Rp35 per saham atau sekitar Rp520 miliar, yang dibagikan pada 18 Desember lalu.

Ke depan, manajemen yakin fondasi yang sudah dibangun stabilitas kinerja dan pengelolaan risiko yang ketat akan menjadi modal berharga untuk melanjutkan pertumbuhan. Tantangan 2025 berhasil dilalui, dan sekarang mereka bersiap untuk babak berikutnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar