Dari udara, lalu lintas Denpasar dipantau dengan ketat. Korlantas Polri baru-baru ini mengerahkan teknologi terbaru mereka: ETLE Drone Presisi. Alat ini berfungsi untuk mengawasi titik-titik strategis di kota itu, menandai langkah baru dalam penegakan hukum yang lebih modern dan akurat.
Menurut sejumlah saksi, drone itu terlihat beroperasi di beberapa lokasi ramai. Antara lain di Pos Pesanggaran, perempatan Meru atau Pos GBB, dan tak ketinggalan di sekitar Induk 6 Tol Bali Mandara. Pengawasan dari langit ini rupanya jadi cara jitu menjangkau sudut-sudut yang sering luput dari pantuan biasa.
Inisiatif ini tak lepas dari arahan pimpinan. Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas, memang gencar mendorong transformasi sistem. Visinya jelas: penegakan hukum lalu lintas harus transparan, akuntabel, dan yang paling utama, berorientasi pada keselamatan.
Di lapangan, operasi ini dipimpin langsung oleh Kombes Dwi Sumrahadi. Bersama tim operator drone, mereka berkolaborasi dengan jajaran Ditlantas Polda Bali yang diwakili AKBP Satrio Prayogo. Tujuannya satu: memastikan pengawasan berjalan optimal.
"Kami ingin sistem ini efektif, terutama di titik rawan yang sulit dijangkau cara konvensional," kira-kira begitu semangat yang diusung. Brigjen Faizal sebagai Dirgakkum Korlantas juga konsisten mendorong pemanfaatan teknologi canggih semacam ini untuk menghadapi dinamika mobilitas masyarakat yang kian tinggi.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel
Harga Emas Menguat Didorong Pelemahan Dolar AS Usai Laporan Ketenagakerjaan Buruk
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri PU Tuntaskan Kerugian Negara Rp1 Triliun
Perencana Keuangan Ingatkan Pentingnya Anggaran Khusus untuk Hampers Lebaran