Bantuan itu memang bukan angka kecil. Di tengah harga kebutuhan pokok yang kerap naik jelang hari raya, uang THR bisa menjadi penyelamat. Untuk beli beras, gula, atau sekadar baju baru buat anak. Itulah yang membuatnya sangat dinantikan.
Namun begitu, di balik harapan itu ada keinginan yang lebih mendasar: perhatian. Widodo berharap perusahaan tak hanya melihat driver sebagai mitra dalam aplikasi, tapi juga sebagai manusia yang punya kebutuhan. Mereka yang tiap hari mengayuh, mengejar setoran, dan melayani masyarakat.
"Harapannya tentu ada perhatian untuk kami para driver. Karena THR sangat membantu kami menjelang Lebaran," pungkasnya.
Suasana di halte Palmerah sore itu ramai. Driver lain yang mendengarkan obrolan kami hanya mengangguk. Tampaknya, harapan Widodo adalah harapan bersama. Mereka menunggu bukan hanya THR, tapi juga pengakuan bahwa kerja keras mereka punya nilai.
Ditulis oleh Ridho Dwi Putranto | Disunting oleh Redaksi
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pertamina Jelaskan Soal Cadangan BBM untuk Cegah Panic Buying
Azerbia Tuduh Iran Serang Bandara Nakhchivan, Teheran Bantah dan Sebut Provokasi
Trump Isyaratkan Kemungkinan Aksi Militer ke Kuba Setelah Iran
Polisi Tangkap Tujuh Anggota Geng Sparta Pelaku Pengeroyokan di Gresik